Penyuluh KUA Jetis Sampaikan Kajian Zuhud dalam Sinar Kusuma

Yogyakarta (KUA Jetis) — Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Jetis, Ismiyati, menyampaikan siraman rohani dalam kegiatan Sinar Kusuma (Siraman Rohani Ba’da Asar) di Masjid Cokrokusuman, Jum’at, 18 September 2026.
Dalam kajian tersebut, Ismiyati mengangkat tema “Zuhud dan Keutamaan Kefakiran”. Materi disampaikan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada jamaah tentang pentingnya sikap zuhud serta menempatkan kehidupan dunia secara proporsional dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.
Ismiyati menjelaskan bahwa zuhud bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, melainkan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Sikap zuhud tercermin dari kemampuan seseorang untuk tidak berlebihan dalam mencintai kenikmatan dunia dan senantiasa mengutamakan kehidupan akhirat.
Dalam kajian tersebut juga disampaikan mengenai keutamaan kefakiran. Ada tiga hal yang memiliki kedudukan istimewa, yaitu dzikrullah, orang yang ‘alim, dan orang yang muta’alim. Dzikrullah menjadi sarana untuk senantiasa mengingat Allah, sementara menjadi orang berilmu dan menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Melalui kajian Sinar Kusuma, jamaah diajak untuk terus memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak dzikir, serta meningkatkan semangat dalam mencari dan mengamalkan ilmu.
Kegiatan siraman rohani ba’da Asar ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan keagamaan bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan dengan sikap sederhana, penuh rasa syukur, dan berorientasi pada kehidupan akhirat.[ismi]



