Penyuluh KUA Gedongtengen Siap Kawal MTQ SD, Ikhtiar Semai Generasi Qur’ani

Yogyakarta, 17 September 2026 — Semangat menumbuhkan generasi Qur’ani terus digaungkan di wilayah Kemantren Gedongtengen. Menyongsong gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat SD se-Kemantren Gedongtengen, Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen turut mengikuti rapat persiapan lomba pada Kamis (17/9/2026).
Dalam gelaran tersebut, enam orang Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen dipercaya untuk turut berperan sebagai juri, sehingga persiapan teknis dan pemahaman terhadap mekanisme penilaian menjadi bagian penting yang dibahas dalam rapat.
Rapat persiapan menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai teknis pelaksanaan, ketentuan masing-masing cabang lomba, mekanisme penilaian, serta pembagian tugas para juri. Koordinasi dilakukan agar pelaksanaan MTQ nantinya dapat berlangsung secara tertib, objektif, transparan, dan menjunjung tinggi semangat sportifitas.
Bagi Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, keterlibatan sebagai juri bukan semata-mata tugas dalam sebuah perlombaan. Di balik setiap penampilan peserta, terdapat proses belajar, keberanian, latihan, dan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an yang patut diapresiasi.
MTQ tingkat SD diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kedekatan dengan Al-Qur’an sejak usia dini. Lantunan ayat suci, hafalan, kemampuan memahami dan menampilkan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen terus mendorong agar kegiatan keagamaan tidak berhenti pada seremoni dan perlombaan, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Anak-anak yang hari ini tampil dalam MTQ diharapkan kelak tumbuh menjadi generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Dengan semangat MTQ bukan sekadar mencari juara, tetapi menumbuhkan cinta kepada Al-Qur’an”, seluruh pihak bersiap menyukseskan gelaran MTQ tingkat SD se-Kemantren Gedongtengen.
Sinergi antara KUA Gedongtengen, satuan pendidikan, Kemantren, para guru, orang tua, serta seluruh unsur yang terlibat menjadi kekuatan bersama untuk menghadirkan ruang pendidikan keagamaan yang positif bagi generasi penerus.
Dari panggung MTQ, diharapkan lahir bukan hanya para juara, tetapi juga generasi Qur’ani yang berilmu, yg berakhlak, percaya diri, dan mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.[sams]



