Berita

Penyuluh KUA Danurejan Tingkatkan Literasi Keagamaan Warga Binaan Rutan Yogyakarta

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Komitmen dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat terus ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam Kapanewon Danurejan, H. Sujoko Suwono. Melalui program pembinaan rutin di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta, Jalan Tamansiswa No. 6A, Sujoko memberikan penguatan pemahaman keislaman kepada warga binaan sebagai bekal spiritual selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) tersebut berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Dalam penyampaiannya, Sujoko mengajak warga binaan memahami pentingnya ketepatan dalam mengucapkan dan memaknai kalimat-kalimat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembinaan diawali dengan pembahasan mengenai tata cara menjawab salam yang benar. Sujoko menjelaskan bahwa jawaban yang tepat atas salam adalah “Wa’alaikumussalam warohmatulloohi wabarakatuh”. Menurutnya, penggunaan kata “assalam” yang diawali huruf al menunjukkan salam tertentu yang berasal dari Allah SWT, sehingga perlu diucapkan secara tepat sesuai tuntunan syariat.

Selain itu, ia juga memberikan penjelasan tentang penulisan shalawat setelah penyebutan nama Nabi Muhammad SAW. Sujoko menerangkan bahwa bentuk yang benar adalah “Shollalloohu Alaihi Wasallam”, sehingga masyarakat perlu memahami dan menuliskannya secara benar sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Materi pembinaan juga mencakup pelafalan kalimat istigfar. Sujoko mengingatkan pentingnya mengucapkan lafaz “Astaghfirullah” dengan benar sesuai kaidah bahasa Arab dan penggunaannya dalam Al-Qur’an. Penjelasan tersebut disertai rujukan ayat-ayat Al-Qur’an agar peserta lebih mudah memahami dasar-dasar yang disampaikan.

Suasana pembinaan berlangsung hidup dan penuh semangat. Para warga binaan aktif berdialog, mengajukan pertanyaan, serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang diberikan. Pendekatan komunikatif yang digunakan membuat kegiatan tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan spiritual.

Pihak Rutan Kelas IIA Yogyakarta memberikan apresiasi terhadap pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin tersebut. Program ini dinilai memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman agama, membentuk karakter yang lebih baik, serta menumbuhkan optimisme warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

“Pembinaan keagamaan seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan dalam memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Sujoko.

Melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan, KUA Danurejan terus berupaya menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan, sebagai bagian dari ikhtiar membangun sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter.[jk]