Berita

Penyuluh Katolik Mengingatkan Kembali agar Para Lansia Siap Saat Diundang ke Perjamuan Tuhan

Yogyakarta (Garakat) – Pendampingan iman lansia di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar (RPSLUT) Budhi Dharma Kota Yogyakarta diawali dengan lagu, lalu sapaan dalam bentuk tanya jawab oleh F.M. Padhari Djati Martiwi, salah seorang Penyuluh Katolik yang hadir, Senin (12/10/2026). Tiwik, biasa dipanggil, bertanya jawab dengan para lansia tentang apakah sudah makan pagi ini, lauknya apa, apakah senang dengan makanan pagi ini. Jawaban para lansia berkaitan dengan apakah senang, mereka menjawab senang. “Rasa senang itu baik kalau kita syukuri sepanjang hari,” Tiwik menguatkan para lansia.

Selanjutnya Edelberus Jara memimpin Ibadat Sabda. Bacaan Kitab Suci diambil dari Injil Matius 22:1-14. Dalam renungan singkatnya Edel, biasa disapa, mengingatkan kembali agar kita semua, khususnya para lansia, siap hadir saat diundang Perjamuan Tuhan karena Tuhan sudah mempersiapkan segalanya. Meskipun kita siap hadir, kita tetap siap pula dengan pakaian yang layak untuk ke pesta itu, supaya Tuhan berkenan. “Pakaian yang layak dapat berarti hati yang bersih saat memenuhi undangan pesta Perjamuan Tuhan,” sambung Edel.

Setelah renungan singkat, para lansia diajak berdoa Rosaria karena ini masih bulan Rosario. Doa Rosario dipimpin oleh Arnoldus Suluh Dwi Candra. Selesai doa Rosaria, Ibadat Sabda ditutup dengan gerak dan lagu yang dipandu oleh Penyuluh Kristen, Sumarni, dan seorang Pemerhati Lansia, Unang. Peserta partisipasi dalam pendampingan iman ini 13 orang: 7 lansia Kristiani, 1 Penyuluh Kristen (Sumarni), 4 Penyuluh Katolik: F.M. Padhari Djati Martiwi, Arnoldus Suluh Dwi Candra, Edelbertus Jara, Kristoforus Moses Jamwav, dan 1 Pemerhati Lansia (Unang).(asdc)

Leave a Reply