Berita

Penyuluh Katolik Menghadiri Pertemuan Warga Terkait Kesehatan Masyarakat

Yogyakarta (Garakat) Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta menghadiri pertemuan Padukuhan Cokrogaten, Kelurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman DIY pada Rabu malam 28/10/2026 bertempat di rumah Ibu Harni RT 03 Cokrogaten. Kehadiran penyuluh mewakili Warga Perumahan Bimomartani Permai yang merupakan bagian dari Warga Pedukuhan Cokrogaten. Hadir pada pertemuan tersebut Kepala Dukuh Cokrogaten, Para Ketua Rukun Tetangga (RT), Para Ketua Rukun Warga (RW), Para Kader Kesehatan Masyarakat di Padukuhan Cokrogaten. Pertemuan tersebut dilaksanakan karena dua hal: Pertama merespon adanya kunjungan Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Respati Yogyakarta Program Studi Kesehatan Masyarakat untuk Praktek Belajar Lapangan (PBL), Kedua merespon/mengantisipasi kesehatan masyarakat Cokrogaten dalam perubahan musim panas ke musim penghujan tahun 2026 ini terutama kelompok rentan dalam hal ini para Lansia. Demikian Mucharom, Dukuh Cokrogaten dalam sapaan awalnya. Sesi berikutnya perkenalan Para Mahasiswa/i dan juga perkenalan Para Ketua RT, Ketua RW, Perwakilan Perumahan lalu penjelasan maksud dan tujuan kehadirana Mahasiswa/I dari Kampus Respati Yogyakarta untuk meneliti Tingkat Kesehatan Masyarakat Padukuhan Cokrogaten bersama time linenya. Dalam sesi diskusi Penyuluh Agama dalam hal ini Edelbertus biasa disapa menyampaikan bahwa Kesehatan Masyarakat menjadi bagian penting dalam kehidupan bersama entah warga yang Kartu Tanda Penduduknya (KTP) setempat maupun yang sekedar berdomisili dalam teritori Padukuhan Cokrogaten. Sehat itu mahal dan akan menjadi lebih mahal jika tidak sehat sehingga kita mersepons positif kehadiran Para Mahasiswa/I untuk dengan upaya edukasi kepada masyarakat terkait bagaimana upaya pencegahan/preventif ketimbang mengobati/kuratif. Point lain yang disampaikan penyuluh adalah upaya pendataan warga sebaiknya secara keseluruhan meski ada perbedaan data dari Kampus dengan realitas di masyarakat. Hal ini penting agar tidak terjadi gesekan di masyarakat karena beda perlakuan antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain. Usulan tersebut disetujui para ketua RT, RW dan juga para kader Kesehatan masyarakat setempat dan para Mahasiswa/I tersebut. Usai diskusi dan pendalaman maksud dan tujuan kehadiran Mahasiswa/I serta membangun kesepakatan time line bersama maka hasil rapat diringkas dan di sosialisasi ke masing-masing RT, RW, kader Kesehatan Masyarakat dan Perwakilan Perumahan untuk diteruskan ke warga masing-masing terkait rencana kegiatan upaya edukasi kesehatan masyarakat yang diawali dengan pendataan penduduk. Pertemuan ditutup dengan foto bersama, sementara Mhasiswa/I yang dibagi dalam kelompok saling meminta/menukar nomor Hand Phone untuk kegiatan selanjutnya. (ej)

Leave a Reply