Penyuluh Katolik Menerima Konsultasi Perkawinan Dari Calon Pengantin

Yogyakarta (Garakat) Penyuluh Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Edelbertus Jara, menerima pasangan calon pengantin (Catin) yang hendak melangsungkan perikahan mereka. Pertemuan tersebut berlangsung pada hari Senin 12/10/2026 pukul 19.00 di rumah penyuluh.
Adapun konsultasi yang disampaikan calon pengantin ini terkait rencana pelaksanaan pernikahan semakin dekat sementara masalah datang di luar dugaan. Masalah ini mengguncang pasangan calon bersama keluarga keduabelah pihak. Problem utama yang dihadapi pasangan calon bersama keluarga adalah komunikasi. Bahwa reaksi yang timbul akibat komunikasi yang tidak terbuka dengan latarbelakang budaya yang berbeda menciptakan sumbatan yang sulit terhindar sehingga timbul reaksi yang berlebihan bahkan tidak pantas diucapkan. Tanggapan penyuluh yang pertama bahwa pernikahan Katolik adalah sebuah Sakramen, satu kali untuk selamanya dan monogami. Sehingga calon pengantin perlu mempertimbangkan secara mendalam karena keputusan ini diambil sekali dalam seumur hidup. Poin kedua, bahwa yang menikah itu adalah calon pengantin dan akan membangun rumah tangga setelah menikah adalah kamu berdua. Dalam pernikahan di Gereja anda akan berjanji kepada Tuhan dihadapan imam, saksi dan umat yang hadir. Jadi faktor utama di sini adalah calon pengantin pria dan wanita berjanji dihadapan Tuhan yang disaksikan oleh imam, saksi dan umat/keluarga yang hadir. Pihak luar merestui pernikahan kamu berdua. Namun pernikahan ini juga mengikat keluarga keduabelah pihak sehingga masih ada waktu untuk meminta maaf dan tetap memohon dukungan keluarga untuk rencana pernikahan kalian berdua. Terkait syukuran dan lain-lain disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada. Hal tersebut tidak mengurangi kesakralah Sakramen Perkawinan. Syukuran bisa saja diundur manakala sudah siap dan itu bukan sesutau yang wajib. Terakhir, jika kamu berdua sudah mantap maju ke Altar Tuhan untuk menikah sesuai jadwal maka datanglah ke Romo Paroki bersama keluarga untuk memastikan hal tersebut agar persiapan tahap berikutnya bisa dilanjutkan. (ej)



