Dakwah Melalui Udara di Momentum Syawal, Penyuluh Agama KUA Wirobrajan Rekaman Siaran di RRI Yogyakarta

Yogyakarta – Momentum bulan Syawal dimanfaatkan secara optimal oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan untuk terus menghadirkan dakwah yang berdaya dan berdampak melalui media massa. Pada Selasa, 7 April 2026, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, S.Sos.I., melaksanakan rekaman siaran keagamaan Islam berbahasa Jawa di Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta.
Rekaman tersebut merupakan bagian dari program Siraman Rohani Islam (SRI) yang secara konsisten menjadi sarana penyebaran nilai-nilai keislaman kepada masyarakat luas. Dalam kesempatan tersebut, Eko mengangkat tema “Wulan Syawal Dadosaken Titah Rabbaniy Nyataaken Pribadhi”, yang dinilai relevan dengan semangat pasca-Ramadan.
Dalam materinya, Eko menekankan pentingnya menjadi rabbaniyun, bukan ramadhoniyun, yakni pribadi yang tidak hanya semangat beribadah di bulan Ramadan, tetapi juga mampu menjaga konsistensi (istikamah) dalam beribadah sepanjang waktu. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan hasil pendidikan Ramadan sebagai bekal dalam membentuk pribadi hamba Allah yang sejati, dengan memperkuat ibadah, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan kualitas akhlak.
Penggunaan bahasa Jawa dalam siaran ini menjadi strategi dakwah kultural yang efektif. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghadirkan pesan-pesan keislaman yang lebih dekat, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
Program Siraman Rohani Islam (SRI) hasil rekaman tersebut dijadwalkan mengudara pada hari yang sama, Selasa, 7 April 2026, pukul 17.20–17.40 WIB melalui RRI Yogyakarta Programa 4.
Melalui siaran ini, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan terus memperluas jangkauan dakwah melalui udara, menghadirkan pesan-pesan Syawal yang menyejukkan sekaligus menguatkan kehidupan spiritual masyarakat. Upaya ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat terus berkembang dengan memanfaatkan media modern tanpa meninggalkan kearifan lokal.[ekoAW]



