Penyuluh Katolik Kemenag Kota Yogyakarta dan BRIN Teliti Peran Perempuan dalam Konservasi Energi

Yogyakarta (Garakat) — Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Edelbertus Jara, berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian tentang Strategi Pemberdayaan Perempuan dalam Konservasi Energi di Tingkat Rumah Tangga dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Kegiatan penelitian berlangsung selama sekitar 10 hari, mulai 20 hingga 30 Mei 2026, dengan melibatkan 20 responden perempuan. Responden terdiri atas 10 ibu rumah tangga pengguna energi untuk kebutuhan domestik dan 10 pelaku UMKM yang memanfaatkan energi dalam kegiatan usahanya.
Edelbertus Jara menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan memotret persepsi dan tingkat pengetahuan perempuan, baik ibu rumah tangga maupun pelaku UMKM, terkait isu efisiensi energi serta penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan energi, baik di lingkungan rumah tangga maupun usaha kecil. Melalui penelitian ini, kami ingin mengetahui sejauh mana pemahaman mereka mengenai konservasi energi dan teknologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil survei lapangan akan menjadi dasar pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang rencananya digelar di tingkat kelurahan. FGD tersebut akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendiskusikan temuan penelitian sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan.
“Hasil FGD nantinya diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan dalam menyusun program efisiensi energi dan pengembangan teknologi ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Penelitian ini merupakan bagian dari kajian yang dilaksanakan secara serentak di empat kabupaten dan kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui penelitian tersebut diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat mendukung upaya konservasi energi berbasis masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kaum perempuan, program konservasi energi diharapkan tidak hanya berdampak pada penghematan penggunaan energi, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (ej)


