Penyuluh Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta Hadirkan Layanan Kerohanian bagi Pasien RSUD Wirosaban

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Edelbertus Jara, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi pasien Katolik yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wirosaban Kota Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Pelayanan kerohanian tersebut menjangkau sejumlah pasien yang dirawat di Unit Bougenvile dan Unit Cempaka. Dalam kunjungannya, Edelbertus memberikan pendampingan rohani melalui dialog, konseling, berbagi pengalaman, serta doa bersama guna memberikan penguatan spiritual kepada pasien dan keluarganya.
Pasien yang masih dapat berkomunikasi menyampaikan kondisi kesehatan yang sedang dialami serta harapan agar segera memperoleh kesembuhan dan dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Sementara itu, bagi pasien yang mengalami kesulitan berkomunikasi, keluarga menyampaikan kondisi mereka, termasuk salah satu pasien yang harus menjalani perawatan akibat menjadi korban tabrak lari oleh pengendara yang melanggar lampu lalu lintas.
Meski berada dalam situasi sakit dan penuh keterbatasan, para pasien dan keluarga mengaku merasa terhibur dan memperoleh penguatan batin melalui kunjungan tersebut. Kehadiran penyuluh agama dinilai memberikan perhatian, semangat, dan harapan di tengah proses penyembuhan yang sedang dijalani.
Dalam kesempatan itu, beberapa pasien dan keluarga juga menanyakan mengenai asal informasi yang diperoleh penyuluh sehingga dapat mengetahui keberadaan mereka di rumah sakit. Menanggapi hal tersebut, Edelbertus menjelaskan bahwa Kementerian Agama Kota Yogyakarta menjalin kerja sama dengan RSUD Wirosaban dalam penyediaan layanan kerohanian bagi seluruh pasien sesuai agama dan keyakinannya.
“Pelayanan ini merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Agama Kota Yogyakarta dan RSUD Wirosaban untuk memastikan kebutuhan spiritual pasien tetap terlayani selama menjalani perawatan,” jelas Edelbertus.
Ia menerangkan bahwa layanan kerohanian diberikan kepada pasien dari berbagai agama, meliputi Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebagai Penyuluh Agama Katolik, dirinya mendapat tugas memberikan pelayanan rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Senin dan Kamis. Selain itu, layanan juga dapat diberikan sewaktu-waktu melalui mekanisme on call apabila pasien atau keluarga membutuhkan pendampingan rohani di luar jadwal rutin.
Adapun bentuk pelayanan yang diberikan kepada pasien Katolik meliputi kunjungan pastoral, konseling atau sharing, doa bersama, penerimaan Komuni Kudus, hingga Sakramen Perminyakan Orang Sakit. Dalam pelaksanaannya, penyuluh agama berkoordinasi dengan Prodiakon, Suster, maupun Romo dari Paroki Santo Yusup Bintaran yang wilayah pelayanannya mencakup RSUD Wirosaban.
Kehadiran layanan kerohanian tersebut menjadi wujud nyata perhatian negara kepada masyarakat, tidak hanya dalam aspek kesehatan fisik tetapi juga kebutuhan spiritual. Para pasien dan keluarga menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan karena dinilai sangat membantu, terutama dalam menghadapi masa-masa sulit selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Melalui layanan ini, Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menghadapi ujian sakit dan membutuhkan penguatan iman.[ej]



