Berita

Penyuluh Gedongtengen Dampingi Kepala KUA dalam Kegiatan SAMSARA dan Sambang Kampung di Pringgokusuman

Yogyakarta, 31 Juli 2026 – Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Gedongtengen, Eman Suherman, Asrofi, dan Ariadi, membersamai Kepala KUA Kemantren Gedongtengen H. Noerohini bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren (Forkompimtren) Gedongtengen dalam kegiatan SAMSARA (Sambang Masyarakat) dan Sambang Kampung yang dilaksanakan di wilayah Kemetiran, Kelurahan Pringgokusuman, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan diawali dengan koordinasi dan temu warga yang dipusatkan di Kantor Lurah Pringgokusuman. Selanjutnya rombongan melaksanakan sambang kampung dengan mengunjungi masyarakat untuk menyerap aspirasi, melihat kondisi lingkungan, serta mempererat komunikasi antara pemerintah dan warga. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah sebagai wujud kedekatan dan kebersamaan antara unsur pemerintah dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Kemantren Gedongtengen, H. Noerohini, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program SAMSARA sebagai bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana membangun kepedulian sosial, memperkuat sinergi lintas sektor, serta meningkatkan kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan.

“Pemerintah harus hadir dan dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat mempererat silaturahmi, membangun kepedulian bersama, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam mewujudkan lingkungan yang harmonis dan sejahtera,” ujar H. Noerohini.

Kehadiran para penyuluh agama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KUA Gedongtengen untuk mendukung program-program kemasyarakatan melalui pendekatan keagamaan yang humanis, edukatif, dan kolaboratif. Penyuluh agama tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga aktif mendampingi berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan SAMSARA dan Sambang Kampung ini diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara pemerintah dan masyarakat, sehingga berbagai program pembangunan, pelayanan publik, serta pembinaan kehidupan beragama dapat berjalan secara optimal demi terwujudnya masyarakat Gedongtengen yang rukun, peduli, dan berdaya.[sams]

Leave a Reply