Penyuluh Agama KUA Gedongtengen Ajak Jamaah Meraih Rezeki Halal dan Barokah

Yogyakarta, Kamis (30/7/2026) – Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Samsul Ma’arif, melaksanakan pembinaan keagamaan bersama ibu-ibu jamaah pengajian di Masjid Nurul Falah, Tompeyan, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme mengangkat tema “Bagaimana Meraih Rezeki yang Halal dan Barokah.”
Dalam penyampaiannya, Samsul Ma’arif menjelaskan bahwa rezeki dalam pandangan Islam tidak hanya diukur dari banyaknya harta benda. Rezeki yang sesungguhnya mencakup berbagai nikmat yang Allah SWT anugerahkan kepada hamba-Nya, seperti kesehatan yang baik, keluarga yang harmonis, anak-anak yang saleh dan salehah, ilmu yang bermanfaat, waktu yang berkah, serta kemudahan dalam beribadah.
“Rezeki yang paling utama bukan sekadar kekayaan materi, melainkan ketika Allah memberikan keberkahan dalam kehidupan. Puncak dari seluruh rezeki adalah memperoleh ridha Allah SWT. Dengan ridha-Nya, setiap nikmat yang kita miliki akan membawa ketenangan, kebahagiaan, dan keselamatan di dunia maupun akhirat,” tutur Samsul Ma’arif.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mencari nafkah melalui cara-cara yang halal, menjauhi segala bentuk usaha yang diharamkan, memperbanyak rasa syukur, gemar bersedekah, serta memperkuat ikhtiar dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Menurutnya, rezeki yang halal meskipun sedikit akan lebih menenteramkan hati dan membawa keberkahan dibandingkan harta yang banyak namun diperoleh dengan cara yang tidak diridhai Allah.
Para ibu-ibu pengajian mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan aktif berdiskusi. Melalui pembinaan rutin ini, diharapkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mencari rezeki yang halal dan penuh keberkahan semakin meningkat, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, sejahtera, dan senantiasa berada dalam lindungan serta ridha Allah SWT.[sams]


