Penyuluh Agama KUA Mantrijeron Ajak Jamaah Memuliakan Masjid dengan Pakaian Terbaik

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, Ustadz Karmin, S.Ag., M.Si., menyampaikan kultum ba’da salat Zuhur di Masjid Danunegaran, Yogyakarta, Selasa (18/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak jamaah untuk memuliakan masjid dengan mengenakan pakaian yang terbaik, bersih, dan pantas ketika menghadap Allah SWT.
Mengangkat pesan dari QS. Al-A’raf ayat 31, Ustadz Karmin mengingatkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ibadah secara lahiriah, tetapi juga mengajarkan adab dan penghormatan terhadap tempat ibadah.
«“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap memasuki masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)»
Menurutnya, mengenakan pakaian terbaik ketika ke masjid merupakan bentuk penghormatan kepada rumah Allah sekaligus cerminan kesungguhan seorang Muslim dalam beribadah.
“Pakaian terbaik tidak selalu berarti pakaian yang mahal. Yang terpenting adalah pakaian yang bersih, rapi, sopan, menutup aurat, dan menunjukkan penghormatan kita kepada Allah serta sesama jamaah,” pesan Ustadz Karmin.
Ia juga menekankan bahwa ayat tersebut mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan. Allah SWT mempersilakan manusia menikmati makanan dan minuman yang baik, tetapi melarang sikap berlebihan atau israf.
Pesan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat agar umat Islam membangun pola hidup yang seimbang, baik dalam beribadah maupun dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Masjid adalah tempat kita menghadap Allah. Mari datang dengan hati yang bersih dan penampilan yang pantas. Bukan untuk menunjukkan kemewahan, tetapi sebagai bentuk penghormatan dan kesiapan kita untuk beribadah,” tuturnya.
Kultum ba’da salat Zuhur tersebut menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron dalam menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak tidak hanya memahami kandungan Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan nyata.(FR)



