Penyuluh Agama KUA Gedongtengen Perkuat Sinergi Kemasyarakatan melalui Sosialisasi Pemilihan RT dan RW

Yogyakarta (KUA Gedongtengen) — Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Ariadi, mengikuti kegiatan sosialisasi pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kemantren Gedongtengen, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan pemilihan RT dan RW di wilayah Kemantren Gedongtengen agar dapat berlangsung secara tertib, demokratis, transparan, dan tetap mengedepankan semangat kebersamaan.
Sosialisasi juga menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman berbagai unsur masyarakat mengenai mekanisme serta pentingnya partisipasi warga dalam menentukan kepemimpinan di lingkungan masing-masing.
RT dan RW memiliki posisi strategis dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai unsur yang bersentuhan langsung dengan warga, RT dan RW berperan dalam membangun komunikasi, menjaga ketertiban dan kerukunan, menjembatani aspirasi masyarakat, serta mendukung berbagai program pemerintah di tingkat lingkungan.
Dalam konteks tersebut, kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pembinaan keagamaan dan kehidupan sosial kemasyarakatan. Penyuluh agama memiliki peran yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga turut mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis, guyub, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Ariadi menyampaikan bahwa proses pemilihan RT dan RW hendaknya dilaksanakan dengan mengedepankan musyawarah, kekeluargaan, serta menjaga kerukunan antarwarga.
“Pemilihan RT dan RW hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan gotong royong. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah bagian dari warga yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kerukunan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Ariadi.
Menurutnya, kepemimpinan di tingkat lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan suasana masyarakat yang aman, nyaman, dan harmonis. Karena itu, seluruh tahapan pemilihan diharapkan dapat berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
“Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Yang lebih utama adalah bagaimana setelah pemilihan seluruh warga tetap rukun, saling menghormati, dan bersama-sama membangun lingkungan,” tambahnya.
Ariadi juga menekankan pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat musyawarah, keadilan, amanah, persaudaraan, dan saling menghormati merupakan nilai yang sejalan dengan ajaran Islam sekaligus menjadi modal penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Keikutsertaan Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen dalam sosialisasi tersebut menunjukkan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah kemantren dan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Melalui sosialisasi ini diharapkan pelaksanaan pemilihan RT dan RW se-Kemantren Gedongtengen dapat berjalan lancar, tertib, dan demokratis. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan lingkungan yang amanah, komunikatif, peduli terhadap warga, serta mampu memperkuat semangat gotong royong dan kerukunan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh warga, kehidupan kemasyarakatan di Kemantren Gedongtengen diharapkan semakin guyub, rukun, dan harmonis.[sams]



