Penyuluh Agama KUA Gedongtengen Dampingi dan Bina MT Shirothol Mustaqim di RW 10 Pringgokusuman

Yogyakarta, 4 Oktober 2026 — Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, S.Ag., melaksanakan kegiatan pendampingan dan pembinaan kepada Majelis Taklim (MT) Shirothol Mustaqim yang bertempat di RW 10, Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Yogyakarta, pada Ahad, 4 Oktober 2026.
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan dalam rangka acara aqiqah sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penguatan pemahaman keagamaan kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya pendidikan agama dalam membentuk generasi yang memiliki akhlak mulia.
Dalam kesempatan tersebut, Asrofi, S.Ag. menyampaikan bahwa pendidikan agama merupakan salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi emas. Anak-anak tidak hanya perlu dibekali dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam memberikan pendidikan agama sejak dini. Orang tua perlu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, karena pendidikan anak tidak hanya berlangsung melalui nasihat, tetapi juga melalui contoh dan perilaku yang mereka lihat secara langsung.
Momentum aqiqah juga menjadi pengingat bagi orang tua akan amanah besar dalam mendidik dan membimbing anak. Kehadiran anak merupakan amanah dari Allah SWT yang perlu dirawat dengan penuh kasih sayang serta diarahkan agar tumbuh menjadi generasi yang saleh, berkarakter, dan bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Kegiatan pendampingan dan pembinaan MT Shirothol Mustaqim ini menjadi salah satu bentuk nyata peran Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. Melalui pendekatan majelis taklim dan kegiatan kemasyarakatan, penyuluh terus mendorong tumbuhnya keluarga yang religius serta generasi muda yang memiliki bekal keagamaan dan akhlak yang baik.
Dengan kegiatan tersebut, diharapkan MT Shirothol Mustaqim semakin aktif menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan keagamaan bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mempersiapkan generasi emas yang beriman, berakhlak, cerdas, dan bermanfaat bagi sesama.



