Penyuluh Agama KUA Gedongtengen Bimbing Siswa SDN Badran Mengenal Huruf dan Bacaan Al-Qur’an

Yogyakarta — Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Ariadi dan Asrofi, melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan bagi anak-anak SDN Badran, Kota Yogyakarta, pada Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada pengenalan huruf hijaiyah serta bacaan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, Ariadi dan Asrofi membimbing para siswa secara bertahap untuk mengenali huruf-huruf hijaiyah, membaca rangkaian huruf, serta melafalkan bacaan Al-Qur’an dengan benar. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan disesuaikan dengan kemampuan anak-anak.
Para siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran. Mereka secara bergantian mencoba membaca huruf dan bacaan yang diberikan oleh para penyuluh. Suasana pembinaan berlangsung interaktif sehingga anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga merasa senang dan percaya diri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Ariadi menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak dini sebagai bekal penting bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak perlu dikenalkan dengan Al-Qur’an secara bertahap dan menyenangkan. Harapannya, mereka tidak hanya mampu membaca huruf dan ayat Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh rasa cinta dan kedekatan dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, Asrofi menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an membutuhkan latihan secara rutin agar anak semakin lancar dan percaya diri.
Kegiatan pembinaan di SDN Badran tersebut menjadi salah satu bentuk peran Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen dalam memberikan edukasi keagamaan kepada generasi muda. Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan semakin banyak anak yang mampu mengenal huruf hijaiyah, membaca Al-Qur’an dengan baik, serta menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pembinaan tersebut sekaligus menjadi ikhtiar bersama untuk membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, berakhlak baik, dan memiliki fondasi keagamaan yang kuat sejak usia sekolah dasar.[sams]



