Penyuluh Agama Kemenag Kota Yogyakarta Istiqamah Dampingi Warga Binaan Menjemput Hijrah

Yogyakarta (Humas) – Komitmen menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat terus ditunjukkan Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Melalui pendampingan rutin di Rutan Kelas IIA Yogyakarta, para penyuluh terus membina warga binaan agar memiliki bekal spiritual dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan pembinaan dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Rutan Kelas IIA Yogyakarta pada Senin (13/7/2026). Program ini merupakan agenda rutin yang berlangsung setiap Senin hingga Kamis sebagai wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif dan berdampak, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan.
Pembinaan diawali dengan murojaah hafalan Al-Qur’an untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kalam Allah sekaligus memperkuat hafalan para peserta. Selanjutnya, warga binaan mengikuti pembelajaran Al-Qur’an dengan metode privat sehingga setiap peserta memperoleh pendampingan sesuai tingkat kemampuan dan kebutuhannya. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu peserta meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap.
Selain pembelajaran Al-Qur’an, kegiatan juga diisi dengan konsultasi keagamaan dan pendampingan bagi warga binaan yang membutuhkan pembinaan secara lebih intensif. Melalui layanan tersebut, para penyuluh berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus membangun optimisme dalam menjalani proses pembinaan.
Pada akhir kegiatan, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Yogyakarta, Eko Agus Wibowo, menyampaikan kultum bertema Makna Hijrah. Ia mengingatkan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan sikap, akhlak, dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.
“Hijrah sejati harus disertai komitmen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri selama masih diberi waktu oleh Allah SWT,” pesannya.
Eko berharap pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan ini dapat menjadi sarana pencerahan spiritual sekaligus bekal bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui pendampingan yang konsisten, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, transformatif, dan penuh harapan. Masjid di lingkungan rutan pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter, penguatan akhlak, dan penanaman nilai-nilai keislaman bagi warga binaan sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih bermakna.[ekoAW]



