Berita

Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta Pandu Misa dan Pemberkatan Jenazah Umat Katolik

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Edelbertus Jara, memandu rangkaian Misa dan Pemberkatan Jenazah almarhum Yohanes Watimena di Perumahan Bimomartani No. 57, Cokrogaten, Ngemplak, Sleman, Selasa (21/7/2026).

Misa dan pemberkatan jenazah merupakan bagian penting dalam tradisi Gereja Katolik sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus doa pengantaran bagi umat yang telah berpulang ke hadirat Tuhan. Pada kesempatan tersebut, umat bersama keluarga mendoakan almarhum Yohanes Watimena, seorang umat Katolik asal Purworejo yang meninggal dunia di kediaman ibunya di Perumahan Bimomartani.

Karena sebagian besar anggota keluarga almarhum beragama Kristen Protestan, sementara almarhum beragama Katolik, pihak keluarga meminta bantuan Lingkungan Santo Martinus untuk mendampingi dan melaksanakan prosesi pemakaman sesuai tata liturgi Gereja Katolik.

Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Lingkungan Santo Martinus, Caecilia Lestari, mengoordinasikan pembagian tugas kepada para pengurus lingkungan. Edelbertus Jara, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Lingkungan Santo Martinus, dipercaya memandu seluruh rangkaian prosesi, mulai dari Doa Malam Tirakatan, Misa Arwah dan Pemberkatan Jenazah, pelepasan jenazah, hingga prosesi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum Madurejo, Kalasan.

Kehadiran umat Lingkungan Santo Martinus menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dan pelayanan kepada sesama tanpa memandang asal wilayah domisili. Meskipun almarhum bukan anggota lingkungan tersebut, seluruh umat dengan penuh kepedulian memberikan dukungan agar keluarga dapat melaksanakan prosesi pemakaman secara khidmat sesuai iman Katolik.

Kegiatan ini mencerminkan peran Penyuluh Agama Katolik yang tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga hadir mendampingi umat dalam berbagai peristiwa kehidupan, termasuk saat menghadapi dukacita. Melalui pelayanan pastoral yang penuh empati dan kebersamaan, diharapkan keluarga yang ditinggalkan memperoleh penghiburan, kekuatan iman, dan pengharapan akan kehidupan kekal sesuai ajaran Gereja Katolik.

“Selamat jalan, Yohanes Watimena. Semoga beristirahat dalam damai dan memperoleh kebahagiaan abadi di rumah Bapa di surga.” (ej)

Leave a Reply