Berita

Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta Fasilitasi FGD BRIN dan Yayasan Dian Desa untuk Pemberdayaan UMKM

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Edelbertus Jara, S.Fil., memfasilitasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Dian Desa (YDD), serta kelompok pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Selasa (28/7/2026).

FGD mengangkat tema “Strategi Pemberdayaan Perempuan dalam Konservasi Energi di Tingkat Rumah Tangga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah”. Kegiatan ini dipimpin oleh Koordinator Peneliti, Dr. Kirana Rukmayuninda Ririh, S.T., M.T., dari Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari survei lapangan yang telah dilaksanakan pada akhir Mei 2026 di lokasi yang sama. Setelah memperoleh data awal melalui survei, BRIN bersama Yayasan Dian Desa mengundang berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku UMKM dan tokoh masyarakat, untuk berdiskusi serta menggali masukan secara partisipatif melalui FGD.

Melalui forum ini, para peserta berbagi pengalaman, tantangan, dan kebutuhan terkait upaya konservasi energi di lingkungan rumah tangga maupun usaha mikro. Hasil diskusi diharapkan menjadi bahan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan dalam menyusun program peningkatan efisiensi energi sekaligus mendorong pengembangan teknologi ramah lingkungan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Edelbertus Jara menyampaikan bahwa keterlibatan penyuluh agama dalam kegiatan ini merupakan bagian dari peran penyuluh sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan, termasuk melalui penguatan kapasitas perempuan dan pelaku UMKM.

FGD di Kota Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang dilaksanakan BRIN di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah pelaksanaan di Kota Yogyakarta, kegiatan serupa akan dilanjutkan di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai strategi pemberdayaan masyarakat dalam konservasi energi di tingkat lokal.

Melalui sinergi antara BRIN, Yayasan Dian Desa, pemerintah, penyuluh agama, dan masyarakat, diharapkan lahir berbagai rekomendasi kebijakan yang mampu mendorong pemberdayaan perempuan, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (ej)

Leave a Reply