Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta Tebar Ilmu dan Harapan bagi Warga Binaan Rutan

Yogyakarta (KUA Wirobrajan)–Semangat pengabdian tanpa sekat terus ditunjukkan Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta dalam memberikan pembinaan mental spiritual kepada warga binaan. Setelah kegiatan penyuluhan agama, pembinaan dilanjutkan dengan bimbingan belajar Al-Qur’an sebagai upaya memperkuat keimanan dan membangun karakter warga binaan di Masjid At-Taqwa Rutan Kelas IIA Yogyakarta, Senin (20/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Berlin Sunardi, S.Pd., mengajak warga binaan memahami makna penyesalan dalam hidup sebagai bagian dari proses muhasabah dan perbaikan diri.
Menurutnya, penyesalan yang terbaik adalah penyesalan yang mampu mengantarkan seseorang kepada taubat yang tulus, memperbaiki kesalahan, serta tidak mengulanginya di masa mendatang.
“Jangan sampai kita menyesal ketika kesempatan sudah tidak ada lagi. Selagi masih diberi kehidupan, jadikan penyesalan sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya di hadapan para peserta kajian.
Berlin menegaskan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan, namun Allah SWT senantiasa membuka pintu taubat bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh ingin berubah. Karena itu, masa pembinaan hendaknya dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menata masa depan yang lebih baik.
Usai kajian, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan belajar Al-Qur’an. Para warga binaan tampak antusias mengikuti pembelajaran, membaca, memperbaiki bacaan, serta berdiskusi mengenai langkah-langkah nyata membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi bukti bahwa dakwah dan pembinaan dapat menjangkau siapa pun tanpa memandang latar belakang.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan keagamaan yang inklusif, membangun harapan, menanamkan nilai-nilai Islam, serta menguatkan semangat hijrah bagi warga binaan agar kelak kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bermanfaat, dan berakhlak mulia.


