Berita

Penyuluh Agama Islam Isi Program “Siraman Rohani Islam” RRI Pro 4 Yogyakarta

Yogyakarta, 7 Oktober 2026 — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama DIY, Samsul Ma’arif, S.Th.I., M.S.I., hadir sebagai narasumber dalam program “Siraman Rohani Islam” yang disiarkan melalui RRI Pro 4 Yogyakarta 106,6 FM, Rabu (7/10/2026).

Dalam siaran yang berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai tersebut, Samsul Ma’arif membawakan tema berbahasa Jawa:

“Nindakaken Kautaman Dhumateng Tiyang Sepuh Kekalih”, yang mengangkat pentingnya berbuat kebajikan dan berbakti kepada kedua orang tua.

Tema tersebut menjadi relevan untuk terus disampaikan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis. Berbakti kepada orang tua bukan hanya diwujudkan melalui pemberian materi, tetapi juga melalui sikap hormat, tutur kata yang baik, perhatian, serta kesediaan membantu dan mendoakan keduanya.

Samsul Ma’arif mengajak pendengar untuk menjadikan birrul walidain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Orang tua memiliki jasa besar dalam kehidupan seorang anak, sehingga sudah semestinya anak senantiasa menjaga sikap dan memberikan penghormatan kepada keduanya.

Pesan tersebut sejalan dengan tuntunan Islam yang menempatkan kewajiban berbuat baik kepada orang tua setelah perintah untuk menyembah Allah SWT. Dalam QS. Al-Isra’ ayat 23–24, Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, menjaga tutur kata, serta mendoakan mereka.

Melalui program Siraman Rohani Islam, Samsul Ma’arif juga mengajak masyarakat untuk tidak sekadar memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi mengamalkannya dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam ruang siaran radio menjadi salah satu bentuk penyuluhan keagamaan melalui media massa, sehingga pesan-pesan Islam dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan mudah diterima.

“Berbakti kepada orang tua bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan jalan untuk meraih keberkahan hidup dan rida Allah SWT.”

Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Penyuluh Agama Islam dalam menyampaikan edukasi keagamaan yang sejuk, membumi, dan dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui media penyiaran.[sams]

Leave a Reply