Apel Senin Penuh Apresiasi, Ahmad Mustafid: Jadikan Kemerdekaan Momentum Berkarya dan Berinovasi

Yogyakarta (Humas) — Apel pagi Senin di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berlangsung penuh apresiasi dan semangat pengabdian. Bertepatan dengan 10 Agustus 2026, apel yang digelar di halaman Kantor Kemenag Kota Yogyakarta tersebut diikuti seluruh ASN bawah atap serta seluruh Kepala KUA se-Kota Yogyakarta.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran KUA yang telah menunjukkan prestasi, khususnya dalam bidang layanan serta lomba Video Kreatif Layanan berbasis muatan lokal.
Berdasarkan hasil penilaian, tiga KUA terbaik yang meraih apresiasi dalam lomba tersebut yakni KUA Kraton sebagai juara pertama, KUA Umbulharjo sebagai juara kedua, dan KUA Jetis sebagai juara ketiga.

Dalam amanatnya, Ahmad Mustafid menegaskan bahwa capaian dan penghargaan yang diraih bukan semata-mata tentang kompetisi, tetapi menjadi cermin komitmen aparatur Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan publik yang semakin baik, kreatif, kontekstual, dan berdampak bagi masyarakat.
“Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk KUA yang berprestasi dalam bidang layanan dan lomba Video Kreatif Layanan berbasis muatan lokal,” ungkapnya.
Menurutnya, kreativitas dalam memberikan pelayanan harus terus dikembangkan. KUA sebagai unit layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memiliki ruang yang luas untuk menghadirkan inovasi, termasuk dengan mengoptimalkan potensi dan kearifan lokal sebagai bagian dari penguatan kualitas komunikasi dan pelayanan publik.
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, lanjut Ahmad Mustafid, hendaknya tidak berhenti pada seremoni. Kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk terus berkarya, memberikan kontribusi, dan menghadirkan perubahan positif melalui tugas dan fungsi masing-masing.
“HUT RI ke-81 kita jadikan sebagai momentum untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan berkarya dan terus berinovasi untuk layanan Kemenag yang lebih baik dan berdampak,” pesannya.
Dalam amanatnya, Ahmad Mustafid juga menyampaikan refleksi sederhana tentang kehidupan. Ia mengibaratkan kenikmatan kopi yang terasa karena disajikan dalam secangkir, kesejukan hujan yang hadir melalui rintik, serta keindahan pelangi yang justru memikat karena tidak berlangsung sepanjang waktu.
Ia juga menyampaikan perumpamaan kuliner khas Yogyakarta, bakmi Jawa, yang terasa nikmat ketika dinikmati dalam semangkok, bukan sebaskom.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan bagaimana seseorang menjalani pekerjaan dan memberikan pelayanan. Menurutnya, sesuatu yang sederhana dapat memiliki makna mendalam ketika dijalani dengan kesadaran, rasa syukur, dan niat yang benar.
“Kerja akan terasa indah bila diniati ibadah,” tegasnya.
Lebih jauh, Ahmad Mustafid mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban administratif. Pelayanan merupakan bagian dari pengabdian yang harus dilaksanakan dengan ketulusan, profesionalitas, dan kesadaran bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai ibadah.
“Layanan akan selalu prima bila diyakini sebagai titian bersama kekasih menuju surga,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi penutup amanat yang sekaligus mengajak seluruh ASN untuk menempatkan pelayanan publik sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan ibadah kepada Allah SWT.
Apel pagi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat budaya apresiasi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Penghargaan terhadap kinerja dan kreativitas jajaran KUA diharapkan dapat menjadi energi positif bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Kepala KUA tidak hanya dituntut memastikan layanan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga perlu mendorong jajaran di unit kerja masing-masing agar mampu membaca kebutuhan masyarakat dan meresponsnya dengan inovasi yang relevan.
Terlebih, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran konten kreatif layanan, termasuk yang mengangkat muatan lokal, menjadi salah satu strategi untuk mendekatkan informasi layanan Kementerian Agama kepada masyarakat dengan cara yang lebih komunikatif dan mudah diterima.
Karena itu, prestasi KUA dalam bidang layanan dan Video Kreatif Layanan berbasis muatan lokal diharapkan tidak menjadi capaian sesaat. Prestasi tersebut perlu dilanjutkan dengan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, sehingga inovasi yang lahir dari unit layanan benar-benar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang kemudian menjadi pesan utama apel pagi tersebut.
Dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus didorong untuk bergerak bersama menghadirkan layanan keagamaan yang semakin profesional, humanis, inovatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.(Nis)



