Penyuluh Agama Danurejan Membersamai Wisuda Warga Binaan Lapas Yogyakarta

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Penyuluh Agama Islam KUA Danurejan, H. Sujoko Suwono, S.Ag., M.S.I., turut membersamai kegiatan wisuda Madrasah Al-Qur’an Al-Fajar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, Rabu (15/04/2026). Prosesi wisuda angkatan ke-14 tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru.
Sebanyak 109 santri warga binaan mengikuti wisuda, yang terdiri atas 32 santri kelas tahfiz, 36 santri kelas tahsin, dan 41 santri kelas Iqra. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pembinaan keagamaan di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Yogyakarta, Mardiyanto, Amd.IP., S.Sos., dalam sambutannya mengajak seluruh warga binaan untuk terus bersemangat dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Ia juga berharap sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan Lapas Yogyakarta dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS DIY, Dr. H. Munjahid, M.Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Lapas dan para penyuluh agama yang telah berkontribusi dalam pembinaan spiritual warga binaan. Ia menyebut para penyuluh sebagai “pahlawan” yang dengan tulus membimbing para santri di dalam Lapas.
Kesaksian mengharukan juga disampaikan oleh sejumlah warga binaan yang mengaku baru mampu membaca Al-Qur’an dan melaksanakan salat dengan baik setelah menjalani masa pembinaan di Lapas. Hal ini menunjukkan bahwa program pembinaan keagamaan memberikan dampak nyata dalam membentuk karakter dan meningkatkan spiritualitas.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Yogyakarta, H. Muhammad Tahrir, S.E., M.M., yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, turut memberikan apresiasi serta ucapan selamat kepada para wisudawan.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan BAZNAS DIY, Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Yogyakarta, wali santri, serta para ustaz dari Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Yogyakarta.
Kegiatan wisuda ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan Lapas mampu menghadirkan perubahan positif, bahkan dari balik jeruji besi. Pendidikan agama terus menjadi jalan bagi warga binaan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan menatap masa depan dengan penuh harapan. (Jk)



