Penuh Kehangatan, Kemenag Kota Yogyakarta Lepas Purna Tugas Sri Buwana dengan Penuh Rasa Syukur

Yogyakarta (Humas) — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara pelepasan purna tugas Penyuluh Agama Kristen, Sri Buwana Yuliati, yang digelar di lobi utama Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Sri Buwana Yuliati selama bertugas sekaligus mempererat ikatan persaudaraan di lingkungan ASN Kementerian Agama Kota Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Sri Buwana Yuliati mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang telah diberikan untuk mengabdi di Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Selama tiga tahun menjalankan tugas sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penyuluh Agama Kristen, ia mengaku memperoleh banyak pengalaman, pembelajaran, dan kebersamaan yang sangat berharga.

“Saya sungguh bersyukur atas berkat Tuhan. Selama mengabdi, saya diterima dengan baik untuk bekerja dan berkarya di Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan persaudaraan yang telah saya rasakan selama ini,” ungkapnya dengan penuh haru.
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Kasubbag Tata Usaha, Ahmad Mustafid menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas pengabdian Sri Buwana. Menurutnya, setiap ASN tentu memulai perjalanan pengabdian dengan harapan dapat menuntaskan amanah hingga memasuki masa purna tugas, dan Sri Buwana telah menyelesaikan pengabdian tersebut dengan baik.
“Hari ini kita turut berbahagia. Setiap ASN tentu berharap dapat mengabdi hingga memasuki masa purna tugas, dan hari ini Ibu Sri Buwana telah sampai pada tahap tersebut. Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang luar biasa. Semoga tetap sehat, semangat, serta terus berkarya dan mengabdi di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga besar Kementerian Agama Kota Yogyakarta dibangun di atas semangat kebersamaan dan persaudaraan lintas agama. Karena itu, momentum pelepasan purna tugas bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghargaan atas kontribusi setiap insan yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya bagi institusi dan masyarakat.
Acara ditutup dengan pemberian cendera mata, yang berlangsung penuh keakraban. Suasana haru yang menyelimuti kegiatan menjadi bukti bahwa ikatan kekeluargaan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta tetap terjaga, bahkan ketika masa tugas telah usai. Semangat pengabdian yang diteladankan Sri Buwana diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh ASN untuk terus bekerja dengan integritas, memberikan pelayanan terbaik, serta menebarkan manfaat bagi masyarakat.(Nis)



