Penghulu KUA Mantrijeron Bawa Nuansa Sastra dalam Khutbah Nikah

Yogyakarta (Mantrijeron) – Momen sakral pernikahan Muhammad Faldi dan Yesy Kurniawati di Burza Hotel Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta, Ahad (26/10/2025), berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara tersebut tidak hanya menjadi penyatuan dua insan, tetapi juga ruang refleksi tentang hakikat cinta dan komitmen dalam rumah tangga.
Penghulu KUA Mantrijeron, Mu’inan, S.H.I., M.S.I., yang bertugas sebagai pembaca khutbah nikah, menghadirkan nuansa berbeda dengan menyisipkan pesan bernuansa sastra klasik melalui kutipan Qashidah Burdah karya Imam al-Bushiri.
Dalam khutbahnya, Mu’inan mengajak kedua mempelai merenungi makna cinta yang tidak sekadar ungkapan, tetapi diwujudkan melalui ketulusan, pengorbanan, dan kesetiaan dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga.
Ia menekankan bahwa pernikahan adalah awal dari perjalanan panjang yang akan diuji oleh waktu, sehingga dibutuhkan tiga fondasi utama, yakni cinta yang diwujudkan dalam tindakan nyata, empati yang saling menguatkan, serta kesetiaan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Pernikahan yang kokoh bukan dibangun dari kesempurnaan, tetapi dari komitmen untuk saling menguatkan di setiap keadaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.
Melalui pendekatan yang menyentuh dan penuh makna, khutbah nikah ini memberikan kesan mendalam bagi kedua mempelai dan para tamu undangan. Suasana haru dan reflektif tampak mewarnai jalannya prosesi, menjadikan momen pernikahan tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual dalam membangun rumah tangga sakinah.
Acara pernikahan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan ketentraman bagi kedua mempelai dalam mengarungi bahtera rumah tangga menuju kehidupan yang penuh rahmat dan keberkahan.[m.uin.@n]



