Berita

Pengawas Madrasah Tinjau Inovasi Riset Siswa MTs pada OPSI Kota Yogyakarta

Yogyakarta (Kemenag Kota Yogyakarta) — Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ma’ruf Yuniarno, meninjau langsung stan peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Kota Yogyakarta yang digelar di Taman Pintar Yogyakarta pada 14–15 Juli 2026. Selasa, (14/7/26). Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap tumbuhnya budaya riset di madrasah sekaligus apresiasi atas kreativitas peserta didik dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ajang OPSI tahun ini diikuti oleh 94 tim dari jenjang SMP dan MTs se-Kota Yogyakarta yang berhasil lolos ke tahap presentasi dan pameran hasil penelitian. Sebelumnya, panitia menerima 260 proposal tim riset yang kemudian diseleksi hingga terpilih karya-karya terbaik untuk dipresentasikan pada babak final.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Yuniarno mengapresiasi keikutsertaan madrasah, khususnya MTs Negeri 1 Yogyakarta, yang secara konsisten mengembangkan kelas riset sebagai wadah pembinaan peserta didik dalam bidang penelitian dan inovasi.

Menurutnya, program kelas riset merupakan implementasi nyata dari amanah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang menetapkan MTs Negeri 1 Yogyakarta sebagai salah satu madrasah unggul. Oleh karena itu, budaya penelitian harus terus dikembangkan agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan solutif terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

“Program kelas riset menjadi wujud nyata amanah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam agar MTs Negeri 1 Yogyakarta mampu menjadi madrasah unggul yang melahirkan peserta didik berprestasi melalui budaya penelitian dan inovasi,” ujar Ma’ruf.

Ia juga menilai sejumlah karya penelitian yang dipamerkan memiliki relevansi yang kuat dengan isu pembangunan daerah maupun kebijakan nasional. Salah satunya adalah inovasi pemanfaatan limbah teh menjadi sabun cuci tangan yang dinilai sejalan dengan program Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (Mas Jos) dalam pengelolaan dan pengurangan sampah melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.

Selain itu, Ma’ruf menyoroti penelitian mengenai penghematan penggunaan air saat berwudu yang dinilai mendukung implementasi Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya program Ekoteologi. Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya menghadirkan solusi praktis, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari nilai-nilai keagamaan.

“Riset yang dikembangkan siswa menunjukkan bahwa pembelajaran di madrasah mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Inovasi seperti pemanfaatan limbah maupun penghematan air saat berwudu merupakan bentuk implementasi nilai Ekoteologi yang menanamkan kecintaan terhadap alam sejak dini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ma’ruf menegaskan bahwa keberhasilan peserta didik dalam menghasilkan karya penelitian tidak terlepas dari peran strategis guru sebagai pembimbing. Guru memiliki posisi sentral dalam mengidentifikasi potensi peserta didik, membangun rasa ingin tahu, serta menumbuhkan keberanian untuk melakukan penelitian sejak usia dini.

“Guru menjadi kunci dalam membangun ekosistem riset di madrasah. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, bakat penelitian peserta didik dapat tumbuh dan berkembang menjadi kompetensi yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” tambahnya.

Di akhir kunjungannya, Ma’ruf berharap prestasi dan inovasi yang ditampilkan dalam OPSI dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembinaan karakter dan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan inovator muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ia juga berharap pengalaman penelitian yang diperoleh para peserta menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang sesuai dengan minat dan potensi riset yang telah mereka miliki, sehingga dapat terus berkembang menjadi generasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan lingkungan.(Ismaryanto)