Berita

PD Pontren Gelar Implementasi Moderasi Beragama Bagi Ustadz Ustadzah Ponpes, Madin, LPQ

Yogyakarta (Humas) PD Pontren Kankemenag kota Yogyakarta gelar kegiatan Implementasi Moderasi Beragama bagi ustadz ustadzah Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah dan Lembaga Penddikan Alqur’an se-kota Yogyakarta, sekaligus pemberian insentif. Kegiatan pada hari Selasa 10/03/2026 bertempat diaula 1 kankemenag kota Yogyakarta diikuti oleh 200 peserta, yang dibagi menjadi dua tahap.

Hadir Kepala Kankemenag kota Yogyakarta H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., membuka kegiatan sekaligus memberikan pembinaan  didampingi kasi PD Pontren H. Saeful Anwar, S.Ag., MSI.

Dalam sambutannya Ahmad Shidqi menyampaikan bahwa harapan utama adalah agar para ustadz ustadzah dalam penyampaian Dakwah Wasathiyyah: Menyampaikan ceramah yang sejuk, tidak mudah mengafirkan (takfiri), dan menekankan persamaan kemanusiaan (persaudaraan sesama manusia/ukhuwah basyariyah). Penguatan Toleransi dan Penghormatan Perbedaan: Menghargai perbedaan aliran atau mazhab, serta tidak merendahkan keyakinan lain.Komitmen Kebangsaan: Menanamkan rasa cinta tanah air (NKRI) sebagai bagian dari iman, taat konstitusi, dan menjaga kesatuan bangsa. Pendidikan Berbasis Moderasi: Mengintegrasikan nilai moderasi dalam kurikulum pesantren atau majelis taklim, mengajarkan fiqih yang fleksibel, dan mendidik santri/jamaah untuk berpikir kritis-moderat.

Kasi PD Pontren Saeful Anwar menyampaikan laporan sebagai berikut :
Latar belakang kegiatan Ustadz/ dzah memiliki peran strategis untuk membentuk karakter generasi muda Islam yang diawali dengan mengajarkan baca tulis Al-Qur’an dan berlanjut dalam  keilmuan Islam baik yang diajarkan pada madrasah Diniyah takmiliyah dan pondok pesantren.
Jumlah pondok: 36, Jml TPQ TPA: 429,  Madin: 41
Dari jumlah tersebut diatas merupakan kekuatan dan peluang yang  dapat menjadi pendorong jika dikelola dengan baik untuk mewujudkan masyarakat Kota Yogyakarta yang bertakwa serasi dengan Visi misi kemenag Kota Yogyakarta. Pemberian insentif sebesar @1 juta rupiah untuk sebanyak 200 ustadz ustadzah. [Ara]