Berita

PD IPARI Kota Yogyakarta Perkuat Sinergi Program Penyuluhan Berdampak

Yogyakarta (Humas) – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Yogyakarta menghadiri Rapat Koordinasi Sinergi Program Kerja IPARI DIY Triwulan I Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula I Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (29/6/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpenyuluh agama serta mitra lintas sektor dalam mewujudkan program penyuluhan yang lebih adaptif dan berdampak bagi masyarakat. Kegiatan diikuti jajaran Pengurus IPARI DIY, pengurus PD IPARI kabupaten/kota, serta berbagai instansi dan stakeholder terkait.

Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY yang diwakili Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa), Nurhuda. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan penyuluhan agama membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjawab tantangan masyarakat yang semakin kompleks.

Menurutnya, isu-isu strategis seperti kesehatan masyarakat, pencegahan penyalahgunaan narkoba, pemberantasan korupsi, ekoteologi, penyuluhan hukum, hingga penguatan moderasi beragama merupakan ruang kolaborasi yang perlu dibangun bersama instansi terkait.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu, Kristen, dan Buddha, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan DIY, Kanwil Kementerian Hukum DIY, BNNP DIY, Dinas Pertanian, PAKSIJI DIY, RRI Yogyakarta, TVRI Yogyakarta, Radio Unisia, Radio MQ, GCD FM, Thomson Radio, dan berbagai mitra strategis lainnya.

Agenda dilanjutkan dengan pemaparan program kerja serta capaian IPARI DIY selama Triwulan I Tahun 2026 yang disampaikan Wakil Ketua IPARI DIY, Jakfar Arifin. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan gagasan dari peserta mengenai peluang kolaborasi untuk memperkuat program penyuluhan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Keikutsertaan PD IPARI Kota Yogyakarta dalam rapat koordinasi ini menjadi wujud komitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menghadirkan inovasi pelayanan penyuluhan agama yang profesional, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Hasil rapat koordinasi ini juga akan menjadi salah satu bahan strategis dalam penyusunan rekomendasi menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPARI Pusat, sehingga program-program IPARI di daerah dapat selaras dengan arah kebijakan nasional sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lokal. [ekoAW]

Leave a Reply