Berita

PAIF Tegalrejo Siaran Mutiara Pagi EMC FM, Ajak Pendengar Hidup Mulia

Yogyakarta (KUA Tegalrejo) – Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Tegalrejo, H Kudmanto, S.Ag. kembali menyapa warga Yogyakarta melalui program dakwah udara Mutiara Pagi di Radio EMC FM 97.8, FM Jumat (18/9/2026) pukul 06.00 WIB.

Dengan mengusung tema “Hidup Mulia, Keluarga Tangguh Sejahtera, Akhir Husnul Khatimah”, siaran kali ini mengajak pendengar untuk menata ulang orientasi hidup. Bahwa kemuliaan hidup bukan diukur dari banyaknya harta dan jabatan, melainkan dari keberkahan, kemanfaatan, dan keluarga yang sakinah.

“Setiap manusia pasti ingin hidup mulia. Dalam Islam, hidup mulia itu ada polanya. Polanya adalah ketika hidup kita bermanfaat, keluarga kita tangguh dan sejahtera lahir batin, dan akhirnya ditutup dengan husnul khatimah,” ujar PAIF Tegalrejo di awal siaran.

Dalam tausiyahnya, Penyuluh merumuskan 3 pilar Hidup Mulia yang harus dibangun:

1.Hidup Mulia (Hayatan Thayyibah)
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 97: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (hayatan thayyibah).”
Hidup baik itu kuncinya dua: Iman dan Amal Sholeh. Hidup sederhana tapi imannya kuat, pekerjaannya halal, lisannya dijaga, itu jauh lebih mulia daripada hidup mewah tapi penuh keluh kesah dan maksiat.

2.Keluarga Tangguh Sejahtera (Baiti Jannati)
Keluarga tangguh bukan keluarga tanpa masalah, tapi keluarga yang mampu menyelesaikan masalah bersama. Ciri keluarga tangguh menurut Bimas Islam adalah: Sejahtera lahir batin, komunikasi baik, saling menghargai, dan menjadikan agama sebagai pondasi.
“Jangan mengejar sejahtera saja tapi tidak tangguh. Banyak keluarga kaya tapi rapuh karena tidak ada komunikasi. Keluarga tangguh itu ketika sedikit tapi ajeg, makan bersama, ngaji bersama, sholat berjamaah di rumah,” jelasnya.

3.Akhir Husnul Khatimah
Semua perjuangan hidup mulia bermuara pada akhir yang baik. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits Riwayat Tirmidzi: “Amal itu tergantung akhirnya.”
Husnul khatimah tidak datang tiba-tiba, tapi dibiasakan. Dibiasakan dengan lisan berdzikir, hati bersih, dan rutin mendekat dengan Al-Qur’an. Inilah semangat Ngaji Tiada Henti.

Siaran Mutiara Pagi yang berlangsung selama 30 menit ini mendapat respon positif dari pendengar setia EMC FM. Banyak yang mengirimkan pertanyaan melalui WA streaming tentang cara menjaga keharmonisan keluarga di tengah kesibukan.

Kepala KUA Tegalrejo, H. Supasdi, S.Ag. menyampaikan bahwa sinergi dengan EMC FM adalah bagian dari Dakwah Kolaboratif dan Inovatif.

“Radio masih menjadi teman setia masyarakat di pagi hari, saat berangkat kerja dan mengantar anak sekolah. Kita titipkan pesan hidup mulia di waktu yang mulia, yaitu pagi hari. Semoga menjadi bekal seharian,” ujarnya.

KUA Tegalrejo berkomitmen untuk terus hadir di ruang-ruang publik, baik di masjid, lapas, kampus kuliner, hingga udara radio, untuk mewujudkan masyarakat Tegalrejo yang religius dan sejahtera. (Kus)

#PAIFTegalrejo #EMCFM #MutiaraPagi #HidupMulia #KeluargaSakinah #HusnulKhatimah #KemenagKotaYogyakarta

Leave a Reply