Orang Tua Sabar, Anak Tumbuh Hebat: Pesan Penyuluh KUA Wirobrajan untuk Wali Murid SDN Sindurejan

Di balik keberhasilan seorang anak, ada doa yang tak pernah putus, kesabaran orang tua yang terus teruji, serta dukungan yang menguatkan langkahnya. Menyadari pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, S.Sos.I., hadir memberikan kajian dalam pengajian keluarga besar SD Negeri Sindurejan, Sabtu (24/10/2026), bertempat di musala SDN Sindurejan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta.
Mengangkat tema “Bertumbuh Bersama Anak: Parenting Bukan Ajang Sempurna, tapi Ajang Sabar dan Doa Tiada Tara”, kajian ini mengajak para orang tua untuk tidak sekadar menginginkan anak berprestasi, tetapi juga hadir secara nyata dalam proses tumbuh kembang mereka melalui kasih sayang, keteladanan, pendampingan belajar, dan penguatan nilai-nilai agama.
Kegiatan diawali dengan penampilan siswa membaca Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan sambutan dan arahan dari pihak sekolah terkait pelaksanaan ujian bagi siswa kelas VI. Selanjutnya, Eko Agus Wibowo menyampaikan kajian keagamaan dan memimpin doa bersama. Para guru dan wali murid mengikuti kegiatan dengan penuh kebersamaan, yang kemudian ditutup dengan pembagian doorprize.
Dalam kajiannya, Eko mengajak orang tua memahami bahwa keberhasilan mendidik anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari perkembangan akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan anak menghadapi berbagai tantangan. Kesabaran dalam mendampingi proses belajar, membiasakan ibadah, memberikan perhatian, serta mendoakan anak merupakan langkah nyata yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi siswa kelas VI yang akan menghadapi ujian. Dukungan emosional dari orang tua, suasana belajar yang nyaman, serta komunikasi yang baik antara keluarga dan sekolah diharapkan mampu membantu anak lebih percaya diri, mengurangi kecemasan, dan mempersiapkan diri secara optimal.
Melalui kegiatan ini, pengajian rutin wali murid tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga ruang edukasi keluarga untuk memperkuat dampak positif pendidikan agama dalam kehidupan anak. Sinergi antara orang tua, guru, dan penyuluh agama diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi yang berakhlak mulia, mandiri, berprestasi, dan memiliki ketahanan spiritual yang kuat.[ekoAW]



