OMI 2026 Dibuka, Kemenag Yogyakarta Dorong Talenta Madrasah Berprestasi

Yogyakarta (Humas) — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 resmi dibuka di Aula MTs Negeri 1 Yogyakarta, Senin (7/9/2026). Sebanyak 244 peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA mengikuti ajang yang tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi peserta didik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, dalam sambutannya menegaskan bahwa OMI tidak semata-mata diukur dari capaian akademik dan perolehan juara.
“OMI bukan sekadar ajang kompetisi secara akademik. Melalui OMI kita dapat mengetahui sejauh mana potensi anak didik kita sekaligus mengevaluasi sejauh mana proses pendidikan yang kita berikan,” ujarnya.

Menurutnya, prestasi peserta didik merupakan cerminan dari proses pembelajaran yang berlangsung di madrasah. Karena itu, OMI menjadi momentum penting bagi madrasah, guru, dan pendamping untuk saling berbagi pengalaman sekaligus menggali lebih jauh potensi siswa.
Ahmad Shidqi juga menyoroti perkembangan madrasah yang semakin menunjukkan daya saing. Madrasah, kata dia, kini tidak hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan yang menguatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan pembelajaran sains dan teknologi serta berkompetisi dengan sekolah-sekolah unggulan.
“Perkembangan madrasah sangat luar biasa. Saat ini madrasah menjadi salah satu destinasi pilihan orang tua untuk pendidikan anak-anaknya. Madrasah benar-benar menuju cita-cita maju, bermutu, mendunia,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para kepala madrasah, guru, panitia, dan guru pendamping yang telah berperan dalam menjaring serta mengembangkan talenta peserta didik. Ia berharap dari OMI Tingkat Kota Yogyakarta lahir talenta-talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Yogyakarta pada tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Ketua Panitia OMI 2026, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Yogyakarta Elfa Tsuroyya, melaporkan bahwa OMI tingkat kabupaten/kota dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Tahun ini, secara nasional OMI diikuti sekitar 230 ribu peserta.

“Untuk tingkat Kota Yogyakarta, jumlah peserta keseluruhan sebanyak 244 siswa yang mengikuti sembilan cabang pada jenjang MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA,” jelas Elfa.
Rinciannya, jenjang MI/SD diikuti 34 peserta, terdiri atas 17 peserta Matematika dan 17 peserta IPAS. Jenjang MTs/SMP diikuti 54 peserta pada tiga mata pelajaran, masing-masing 18 peserta. Sementara jenjang MA/SMA menjadi kelompok peserta terbesar dengan 156 siswa.
Selain madrasah, OMI Kota Yogyakarta juga diikuti peserta dari sejumlah sekolah umum, di antaranya SD Muhammadiyah Sapen 1 dan 2, SD Muhammadiyah Nitikan, SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, SMA Negeri 8, SMA IT Abu Bakar, serta SMA Muhammadiyah 1.
Mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”, OMI 2026 diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang berprestasi, kompeten, inovatif, sekaligus memiliki karakter kuat.
“Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi emas menuju 2045. Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi,” pungkas Elfa.(Nis)



