Deteksi Dini Sesuai dengan Misi Kenabian

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di halaman Musholla Al-Idris, Ledok Tukangan, Tegalpanggung, Danurejan, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Tegalpanggung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah yang berjumlah kurang lebih 400 orang.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Shalawat Simtuddurar yang dilantunkan oleh Grup Shalawat Al Mahalli. Suasana semakin khidmat ketika jamaah mengikuti tausiyah hikmah Maulid yang disampaikan oleh Jafar Arifin, Penyuluh Agama Islam KUA Danurejan.
Dalam ceramahnya, Jafar menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Hal tersebut sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 107 bahwa Rasulullah SAW diutus sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh makhluk, bukan hanya bagi manusia.
“Rahmat Allah menghadirkan ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian. Karena itu, Islam adalah agama yang menebarkan nilai-nilai kedamaian, persaudaraan, dan persatuan, bukan permusuhan, pertikaian maupun perpecahan,” jelasnya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Islam mengajarkan umatnya untuk saling menghormati, menghargai, membantu, serta bersama-sama memelihara kerukunan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Islam telah mengajarkan pentingnya upaya deteksi dini untuk mencegah munculnya disharmonisasi dan intoleransi di tengah masyarakat. Nilai tersebut dapat diteladani dari kehidupan Nabi Muhammad SAW yang senantiasa menunjukkan keluhuran akhlak dan budi pekerti.
“Deteksi dini terhadap potensi disharmonisasi dan intoleransi sesungguhnya sejalan dengan misi kenabian. Rasulullah SAW memberikan teladan bagaimana membangun kehidupan yang penuh kedamaian, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan,” ungkap Jafar.
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu misi utama diutusnya Rasulullah SAW adalah menyempurnakan akhlak manusia. Hal tersebut sebagaimana hadis riwayat Al-Baihaqi yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Semangat menjaga persaudaraan, kerukunan, dan kedamaian diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam sekaligus upaya menciptakan masyarakat yang harmonis.[jakfar]



