Menyusuri Jejak Budaya Yogyakarta, Delegasi IYEN MAN 1 Yogyakarta Belajar Sejarah Langsung di Kraton dan Museum Sonobudoyo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Hari kedua IYEN National Young Leaders Chapter 1 Yogyakarta pada Selasa (4/8/2026) menjadi pengalaman yang paling dekat dengan identitas Yogyakarta. Para delegasi dari berbagai daerah di Indonesia diajak mengunjungi Kraton Yogyakarta dan Museum Sonobudoyo, dua tempat yang menyimpan jejak sejarah, budaya, dan filosofi kehidupan masyarakat Yogyakarta. Tentu, salah satu peserta yang paling bahagia adalah Suci Ambar Wati guru Sejarah MAN 1 Yogyakarta, baginya kunjungan ini terasa seperti mengajak teman-teman dari luar daerah untuk melihat Yogyakarta dari sudut pandang seorang “warga lokal” yang mencintai sejarah kotanya.
Perjalanan dimulai dari Kraton Yogyakarta. Di sana, para delegasi tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga mendengarkan penjelasan pemandu tentang sejarah Kesultanan Yogyakarta, tata ruang kraton, hingga nilai-nilai filosofi yang masih hidup dalam kehidupan masyarakat hingga hari ini. Banyak peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa setiap bagian Kraton memiliki makna yang berkaitan dengan kepemimpinan, keseimbangan, dan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Setelah dari Kraton, rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Sonobudoyo. Beragam koleksi seperti keris, wayang, batik, naskah kuno, hingga benda-benda budaya Nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi para delegasi. Suasana belajar terasa santai karena para peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan saling berbagi cerita tentang budaya di daerah masing-masing. Momen-momen sederhana itu justru membuat hubungan antardelegasi semakin akrab.
Suci Ambar Wati mengatakan bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata budaya, tetapi pengalaman belajar yang nyata. “Kalau biasanya saya mengajar sejarah di kelas, kali ini rasanya seperti mengajak teman-teman dari seluruh Indonesia masuk langsung ke ruang sejarah Yogyakarta. Mereka bisa melihat, mendengar, dan merasakan sendiri cerita yang selama ini mungkin hanya dibaca di buku,” ujarnya.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edy Trianto, memberikan apresiasi atas keterlibatan guru MAN 1 Yogyakarta dalam kegiatan kepemudaan tersebut. Menurutnya, pengalaman seperti ini penting karena memperluas wawasan sekaligus memperkuat karakter generasi muda. “Belajar sejarah dan budaya secara langsung akan menumbuhkan rasa menghargai keberagaman serta memperkuat identitas kebangsaan. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi untuk terus belajar dan berbagi, terlebih bagi Bu Suci selaku guru sejarah di MAN 1 Yogyakarta” tuturnya.
Kunjungan ke Kraton Yogyakarta dan Museum Sonobudoyo menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian IYEN National Young Leaders Chapter 1 Yogyakarta. Para delegasi tidak hanya mengenal Yogyakarta lebih dekat, tetapi juga membawa pulang pemahaman bahwa sejarah dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk membangun masa depan bersama. (saw)



