Delegasi IYEN MAN 1 Yogyakarta Kenali Inovasi Cokelat Monggo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Perjalanan menuju Museum dan Pabrik Cokelat Monggo Yogyakarta, Senin (3/8/2026), menjadi lebih dari sekadar perpindahan lokasi bagi para delegasi IYEN National Young Leaders Chapter 1 Yogyakarta. Di sepanjang perjalanan, percakapan hangat, tawa, dan saling berbagi cerita membuat suasana semakin akrab. Bagi Suci Ambar Wati, guru Sejarah MAN 1 Yogyakarta, momen tersebut menjadi pengalaman yang memperlihatkan bagaimana perjalanan bersama dapat menjadi ruang tumbuhnya persahabatan, kolaborasi, dan semangat belajar antargenerasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Setibanya di Cokelat Monggo, para delegasi disambut oleh tim pengelola dan diajak mengenal sejarah berdirinya Cokelat Monggo sebagai salah satu industri cokelat premium yang berkembang di Yogyakarta. Melalui penjelasan yang menarik, peserta mempelajari perjalanan biji kakao hingga menjadi produk cokelat berkualitas tinggi, termasuk standar pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga komitmen terhadap kualitas yang menjadi ciri khas Cokelat Monggo. Kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai perpaduan antara inovasi, budaya, dan kewirausahaan lokal.
Para delegasi kemudian diajak melihat secara langsung proses produksi cokelat serta mengenal berbagai tahapan pengolahannya. Mereka juga berkesempatan mencicipi beragam varian cokelat dengan karakter rasa yang berbeda-beda, sehingga memperoleh pengalaman sensorik yang memperkaya pengetahuan tentang industri cokelat. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengamati setiap proses dan berdiskusi mengenai kreativitas pengembangan produk yang dilakukan Cokelat Monggo.
Tidak hanya belajar, kunjungan ini juga menjadi ruang ekspresi bagi para delegasi. Mereka aktif mendokumentasikan kegiatan, membuat konten edukatif, dan berbagi pengalaman melalui media sosial. Sebagai seorang guru, Suci menilai hal tersebut bisa menjadi sebuah inspirasi bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif sehingga mampu menjangkau lebih banyak generasi muda. Pengalaman di Cokelat Monggo menjadi contoh nyata bahwa edukasi, budaya, dan teknologi dapat saling mendukung dalam memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas.

Kunjungan ke Museum dan Pabrik Cokelat Monggo Yogyakarta memperkaya rangkaian IYEN National Young Leaders Chapter 1 Yogyakarta dengan pengalaman belajar yang inspiratif. Selain mengenal salah satu ikon industri kreatif Yogyakarta, para delegasi juga semakin mempererat hubungan antarpeserta melalui kebersamaan yang terbangun selama perjalanan. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tempat memiliki cerita, dan setiap perjalanan dapat menjadi media pembelajaran yang bermakna bagi generasi muda.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas keikutsertaan Suci Ambar Wati dalam rangkaian IYEN National Young Leaders Chapter 1 Yogyakarta. Menurutnya, kunjungan ke industri kreatif seperti Cokelat Monggo menjadi pengalaman yang relevan bagi pendidik karena mempertemukan proses pembelajaran dengan praktik inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan potensi lokal secara langsung.
“Pengalaman seperti ini sangat baik karena guru tidak hanya memperoleh wawasan dari ruang kelas atau forum formal, tetapi juga belajar langsung dari praktik yang berkembang di masyarakat dan dunia industri. Dari Cokelat Monggo, kita bisa melihat bagaimana kreativitas, kualitas, budaya lokal, dan inovasi dapat dipadukan menjadi sebuah produk yang memiliki nilai dan daya saing,” tutur Edi. (saw)


