Matangkan Persiapan STQH XXIX, Kemenag dan Pemkot Yogyakarta Perkuat Sinergi Sukseskan Ajang Cinta Al-Qur’an

Yogyakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta menggelar Rapat Perdana Panitia Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XXIX Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 di Aula 1 Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Kamis (6/8/2026). Rapat yang dipimpin Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Muhammad Tahrir ini menjadi langkah awal mematangkan seluruh persiapan teknis penyelenggaraan STQH yang akan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, di Komplek Balai Kota Yogyakarta.
Rapat dihadiri unsur panitia dari Kemenag Kota Yogyakarta, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Yogyakarta. Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi antara Kemenag dan Pemerintah Kota dalam menyukseskan agenda pembinaan syiar Al-Qur’an di Kota Yogyakarta.
Membuka rapat, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta yang selama ini senantiasa mendukung berbagai kegiatan keagamaan. Menurutnya, sinergi yang telah terbangun menjadi modal penting dalam menghadirkan penyelenggaraan STQH yang berkualitas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta yang selalu membersamai berbagai kegiatan keagamaan. Saat ini kami juga sedang mengajukan dukungan kepada Wali Kota untuk mendukung pelaksanaan sejumlah agenda besar, mulai dari Pesparawi pada 22 Agustus, STQH pada 5 September, hingga Pesparawi tingkat berikutnya pada Oktober,” ujarnya.
Ahmad Mustafid menegaskan bahwa rapat koordinasi ini difokuskan untuk memastikan pembagian tugas masing-masing seksi kepanitiaan berjalan secara jelas dan terukur. Setiap bidang diharapkan memahami tanggung jawab teknisnya sehingga seluruh tahapan persiapan dapat terlaksana secara optimal.
“Setiap kegiatan memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, sekecil apa pun peran yang kita emban dalam kepanitiaan STQH ini merupakan bentuk ikhtiar dan kecintaan kita kepada Al-Qur’an. Semoga menjadi amal kebaikan dan kita semua memperoleh syafaatnya,” tuturnya.
Ia juga berharap seluruh penyuluh agama dapat berperan aktif dalam melakukan pembinaan peserta di tingkat kemantren. Menurutnya, momentum STQH harus dimanfaatkan untuk melahirkan kafilah terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Yogyakarta pada STQH Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami berharap para penyuluh menjadi garda terdepan dalam pembinaan. Pastikan calon peserta terbaik dari setiap kemantren benar-benar siap sehingga Kota Yogyakarta mampu meraih prestasi pada STQH tingkat provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Yogyakarta, Muhammad Tahrir, dalam laporannya menyampaikan bahwa berbagai persiapan penyelenggaraan telah mulai dilakukan, termasuk penyusunan struktur kepanitiaan serta koordinasi lintas sektor.
“Hal-hal yang perlu dipersiapkan telah kami susun, dimulai dari pembentukan kepanitiaan. Untuk rincian teknis pelaksanaan nantinya akan dipaparkan lebih lanjut oleh masing-masing koordinator bidang agar seluruh seksi memahami tugas dan fungsinya,” jelas Tahrir.
Ia menjelaskan, STQH XXIX Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 akan mempertandingkan 10 cabang lomba, yaitu Tilawah Anak Putra/Putri, Tilawah Dewasa Putra/Putri, Tahfidz 1 Juz dan Tilawah, Tahfidz 5 Juz dan Tilawah, Tahfidz 10 Juz, Tahfidz 20 Juz, Tahfidz 30 Juz, Tafsir Al-Qur’an Bahasa Arab, Hadis 100 dengan Sanad, serta Hadis 500 tanpa Sanad.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh panitia diharapkan memiliki kesamaan persepsi dalam menjalankan tugas masing-masing sehingga penyelenggaraan STQH XXIX Tingkat Kota Yogyakarta dapat berlangsung tertib, profesional, dan sukses. Kolaborasi erat antara Kemenag Kota Yogyakarta, LPTQ, dan Pemerintah Kota Yogyakarta diharapkan semakin memperkuat pembinaan generasi Qur’ani sekaligus melahirkan kafilah terbaik yang mampu mengukir prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.(Nis)


