Lomba Catch the Ball MAN 1 Yogyakarta Hadirkan Aksi Menggelitik

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Aksi-aksi menggelitik yang memicu sorak-sorai penonton menyita perhatian publik MAN 1 Yogyakarta saat Lomba Catch the Ball dihelat di Lapangan Badminton pada (14/08/2026). Lomba unik ini menguji tingkat kepercayaan mutlak dan kerja sama antar-sesama murid, di mana 4 orang murid bertugas memegang erat kain sarung untuk menggendong 1 rekan tim mereka dalam posisi tengkurap dan mata tertutup rapat menggunakan kain penutup. Murid yang digendong dengan mata tertutup tersebut bertugas meraba dan mengambil bola-bola yang telah disediakan, kemudian menumpuk serta menyeimbangkannya di atas punggung sebanyak mungkin hingga durasi waktu pertandingan berakhir.
Persaingan berlangsung sengit dan menegangkan, di mana keseimbangan penggendong dan ketepatan peserta yang ditutup matanya menjadi penentu utama pengumpulan poin. Setelah melewati pertarungan sengit hingga babak final, kelas XF berhasil menobatkan diri sebagai Juara 1 lewat akumulasi poin bola terbanyak yang berhasil dipertahankan di atas punggung, disusul oleh kelas XG yang meraih posisi Juara 2.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Lomba Catch the Ball yang dinilai mampu menghadirkan suasana kompetisi yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi para murid. Menurutnya, lomba tersebut mengajarkan pentingnya rasa percaya dan kerja sama dalam sebuah tim.
“Dalam sebuah kelompok, setiap anggota memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi. Melalui permainan seperti Catch the Ball, murid belajar bagaimana membangun kepercayaan, berkomunikasi, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepada mereka,” ujar Edi Triyanto.
Ia berharap rangkaian kegiatan PITULASAN dapat terus menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan karakter positif, mempererat kebersamaan, serta menciptakan kenangan baik selama menempuh pendidikan di MAN 1 Yogyakarta.
“Awalnya rasanya cukup merinding dan deg-degan karena mata ditutup total lalu ditengkurapkan di atas sarung sambil diangkat. Namun, karena saya percaya penuh pada empat teman yang menggendong di bawah, saya tinggal fokus meraba arena dan menumpuk bola di punggung. Rasanya sangat lega dan bangga bisa menyumbangkan piala Juara 1 untuk kelas tercinta,” kata salah satu murid peserta dari kelas XF. (www)



