KUA Wirobrajan Perkuat Gerakan Bebas Buta Huruf Al-Qur’an melalui MTCQ Omah Ngaji Patangpuluhan.

Yogyakarta (KUA Wirobrajan)–Dedikasi dan pengabdian yang dekat dengan umat terus ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan di MTCQ Omah Ngaji Patangpuluhan pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen KUA Wirobrajan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an di kalangan jamaah.
Pembelajaran Al-Qur’an dilaksanakan dengan metode privat yang sederhana, mudah dipahami, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Pendekatan ini memberikan ruang bagi ibu-ibu jamaah untuk belajar dengan lebih nyaman, percaya diri, serta memperoleh pendampingan secara intensif sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an dapat meningkat secara bertahap.
Para penyuluh agama Islam KUA Wirobrajan membimbing peserta dengan penuh kesabaran, ketelatenan, dan semangat melayani. Kehadiran mereka tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memberikan motivasi agar para jamaah semakin mencintai Al-Qur’an serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Salah seorang jamaah Sri Mulyani menyampaikan apresiasi atas pengabdian para penyuluh. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan yang telah bersedia membimbing kami dengan sabar dan telaten. Alhamdulillah, sekarang kami bisa belajar Al-Qur’an dengan lebih mudah, lebih dekat, dan lebih nyaman,” ungkapnya.
Melalui program MTCQ ini, KUA Wirobrajan terus memperkuat perannya sebagai mitra umat dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an. Program yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang semakin cinta Al-Qur’an, meningkatkan kualitas ibadah, serta mewujudkan lingkungan yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.



