Berita

KUA Umbulharjo Jemput Peradaban Umat melalui Green Office: Hijau Royo-Royo, Damai di Hati

Yogyakarta, 11 September 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo terus melakukan inovasi dalam membangun lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan konsep Green Office, dengan menghadirkan kantor yang hijau, asri, adem, dan tertata.

Konsep Green Office tidak berhenti pada penghijauan lingkungan kantor. Lebih jauh, KUA Umbulharjo memaknainya sebagai bagian dari pembangunan budaya kerja yang sehat dan membahagiakan. Karyawan happy, pelayanan maksimal menjadi semangat yang hendak diwujudkan.

“Kerja harus senang. Ketika hati senang, pikiran menjadi jernih. Dari kejernihan itu lahir produktivitas, pelayanan yang baik, serta pekerjaan yang terukur dan terencana,” ujar Khaerudin, staf penyuluh KUA Umbulharjo.

Menurutnya, setiap ASN memiliki karakter, kemampuan, dan keunikan masing-masing. Dalam filosofi Jawa, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi sekat, melainkan kekuatan yang perlu diselaraskan.

“Arah angin harus selaras dengan karakter. Setiap ASN mempunyai kelebihan dan keunikan. Tinggal bagaimana cara pandang kita. Kalau mampu melihat kelebihan orang lain sebagai kekuatan bersama, maka pekerjaan menjadi ringan dan tujuan organisasi lebih mudah dicapai,” ungkapnya.

Semangat tersebut sejalan dengan filosofi Jawa manunggaling rasa, yakni membangun keselarasan rasa dalam kebersamaan. Bekerja bukan hanya menyelesaikan tugas, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis antara manusia, lingkungan, dan tujuan pengabdian.

Sementara itu, Gus Sugiharto melihat penghijauan sebagai bagian dari refleksi kehidupan batin.

“Kebun yang hijau dan taman yang terawat merupakan cermin pribadi yang full power dengan asma-asma Ilahi. Alam yang kita rawat akan menghadirkan keteduhan, sebagaimana hati yang dirawat dengan dzikir, doa, dan amalan akan menghadirkan ketenteraman,” tuturnya.

Budaya transfer ilmu, termasuk berbagi amalan dan ijazah sebagai bagian dari tradisi tirakat, juga dipandang sebagai ikhtiar membangun kekuatan spiritual dalam menjalankan pengabdian. Tradisi tersebut ditempatkan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan batin, sehingga kerja lahir berjalan seimbang dengan kesiapan batin.

Di sisi lain, Iqbal Haraka menilai konsep hijau royo-royo memiliki pesan filosofis yang kuat.

“Hijau royo-royo itu bukan hanya tentang daun dan tanaman. Hijau adalah simbol kehidupan. Lingkungan yang hijau, teduh, dan tertata akan membantu menghadirkan hati yang teduh dan bening,” katanya.

KUA Umbulharjo memandang lingkungan kerja sebagai bagian dari wajah pelayanan. Kantor yang bersih, hijau, dan nyaman diharapkan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih humanis kepada masyarakat.

Dalam falsafah Jawa dikenal ungkapan memayu hayuning bawana, yakni menjaga dan memperindah kehidupan. Filosofi tersebut menemukan relevansinya dalam konsep Green Office: merawat lingkungan sekaligus merawat manusia yang berada di dalamnya.

“Sangkan paraning dumadi” juga menjadi pengingat bahwa manusia pada akhirnya harus kembali kepada Sang Pencipta. Karena itu, merawat alam, merawat hati, dan melayani sesama merupakan bagian dari perjalanan pengabdian manusia.

Green Office KUA Umbulharjo pada akhirnya bukan sekadar program penghijauan. Ia menjadi simbol sebuah cara pandang: lingkungan yang teduh melahirkan suasana kerja yang teduh; hati yang bening melahirkan pelayanan yang ramah; dan pelayanan yang ramah menjadi jalan menuju kedamaian umat.

Dari Umbulharjo, semangat itu dirangkai dalam sebuah filosofi sederhana:

“Hijau royo-royo lingkungane, bening resik atine, ayem tentrem uripe, lan maksimal pelayanane.”

KUA Umbulharjo terus menjemput peradaban umat dengan merawat ruang kerja, membangun budaya kerja, dan menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.(khaer)

Leave a Reply