KUA Ngampilan Hadiri Pembukaan Gelar Potensi Wirausaha dan Seni Kreatif Winongo Art Festival

Yogyakarta – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Ngampilan turut menghadiri pembukaan Gelar Potensi Wirausaha dan Seni Kreatif Winongo Art Festival yang diselenggarakan di kawasan Kali Winongo, Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang pemberdayaan masyarakat sekaligus wadah apresiasi bagi para pelaku usaha dan seniman kreatif di wilayah Ngampilan.
Mewakili Kepala KUA Kemantren Ngampilan, hadir Muhammad Zimamul Wafi, S.H., selaku Penghulu KUA Kemantren Ngampilan. Kehadiran KUA merupakan bentuk dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kreativitas, kemandirian ekonomi, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya Wakil Wali Kota Yogyakarta, Ketua DPRD Kota Yogyakarta, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kemantren (Forkopimtren) Ngampilan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan potensi lokal yang dimiliki masyarakat di kawasan bantaran Kali Winongo.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai produk usaha mikro, kerajinan tangan, kuliner lokal, hingga pertunjukan seni dan budaya ditampilkan sebagai bagian dari upaya menggali dan mempromosikan potensi masyarakat Ngampilan. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas seni dalam membangun lingkungan yang produktif dan kreatif.
Muhammad Zimamul Wafi, S.H. menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Winongo Art Festival tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga menjadi media pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selaras dengan upaya membangun kesejahteraan dan kerukunan sosial.
“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diberikan ruang untuk menunjukkan potensi terbaiknya, baik di bidang kewirausahaan maupun seni kreatif. Semoga kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Ngampilan,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Winongo Art Festival, diharapkan potensi ekonomi kreatif dan seni budaya masyarakat semakin berkembang, sekaligus memperkuat identitas kawasan Kali Winongo sebagai ruang publik yang produktif, inklusif, dan berdaya saing. (Zimzim)



