KUA Mergangsan Serahkan 7 Pohon Buah ke Pesantren Harun Asy-Syafi’i, Perkuat Gerakan Ekoteologi

YOGYAKARTA– Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Mergangsan terus mendukung penguatan program ekoteologi Kementerian Agama melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Salah satunya diwujudkan dengan menyerahkan tujuh pohon buah kepada Pondok Pesantren Harun Asy-Syafi’i, Karangkajen, Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.15 WIB ini dipimpin Kepala KUA Mergangsan, Dr. Jaenal Sarifudin, S.H.I., M.S.I., bersama penyuluh agama Islam dan pelaksana. Rombongan disambut oleh Pimpinan Pondok Pesantren Harun Asy-Syafi’i, KH. Muhammad Ulin Nuha Muhtadi, M.S.I., Al Hafidz.
Penyerahan pohon buah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap ekoteologi, yaitu upaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Melalui kegiatan ini, pesan agama tentang menjaga alam diharapkan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat jangka panjang.
Setelah penyerahan pohon dan ramah tamah, rombongan KUA Mergangsan diajak berkeliling melihat sejumlah unit usaha dan kegiatan produktif yang dikembangkan pesantren. Di antaranya budidaya maggot untuk membantu mengurai sampah organik, budidaya ayam alba yang telurnya dapat dipanen setiap hari, serta budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal.
Rombongan juga mengunjungi lahan tanah wakaf di sebelah selatan pondok yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman sayur dan buah. Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan upaya pesantren dalam mengelola lingkungan secara produktif sekaligus mendukung kemandirian dan ketahanan pangan.
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa ekoteologi tidak sebatas wacana, tetapi dapat diterapkan melalui penghijauan, pengelolaan sampah, peternakan, perikanan, dan pemanfaatan lahan. Pesantren juga memiliki peran strategis dalam menanamkan kepedulian lingkungan kepada para santri melalui praktik sehari-hari.
Melalui sinergi KUA Mergangsan dan Pondok Pesantren Harun Asy-Syafi’i, diharapkan gerakan ekoteologi semakin berkembang di tengah masyarakat. Penyerahan tujuh pohon buah ini menjadi langkah sederhana untuk merawat bumi sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. (HP)


