KUA Mantrijeron Tanamkan Cinta Seni Sejak Dini Melalui Pembinaan Hadroh di SD Negeri Suryodiningratan 3

Yogyakarta (Kemenag Kota Yogyakarta) — Kementerian Agama terus mendorong peran penyuluh agama yang berdampak langsung di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan dasar. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan seni hadroh yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron di SD Negeri Suryodiningratan 3 Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Kegiatan pembinaan hadroh ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu, salah satunya pada Rabu, 14 Januari 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas 2, dengan pendampingan oleh Ustadzah Maduretno, Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron.
Pembinaan berlangsung dalam suasana edukatif dan menyenangkan. Anak-anak diajak mengenal seni hadroh sebagai bagian dari tradisi Islami, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni sejak usia dini. Melalui irama rebana dan lantunan shalawat, anak-anak dibimbing untuk belajar disiplin, kebersamaan, serta ekspresi seni yang bernilai religius.
Dalam kegiatan tersebut, tabuhan rebana tidak hanya dimaknai sebagai irama, namun juga sebagai media dzikir dan shalawat, sehingga pembinaan hadroh menjadi sarana menanamkan nilai keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW secara sederhana dan membahagiakan.
Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembinaan tersebut. Ia menilai pembinaan hadroh di sekolah dasar merupakan langkah positif dalam mendukung penguatan karakter religius anak.
“Kami mengapresiasi peran penyuluh KUA Mantrijeron yang aktif melakukan pembinaan keagamaan melalui pendekatan seni. Kegiatan hadroh ini menjadi media yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan cinta seni sejak dini,” ujarnya.
Antusiasme terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan dengan penuh keceriaan. Anak-anak tampak menikmati setiap sesi latihan, bermain rebana bersama, serta melantunkan shalawat dengan semangat.
Salah satu siswa peserta pembinaan menyampaikan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Senang bisa main rebana dan nyanyi shalawat bareng teman-teman,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, KUA Mantrijeron berharap pembinaan hadroh dapat menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter keagamaan di sekolah, serta mendukung terwujudnya penyuluh agama yang berdampak, selaras dengan program dan semangat pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat.[FR]



