KUA Mantrijeron Sosialisasikan Layanan Keagamaan kepada Masyarakat

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Mantrijeron terus memperkuat peran pelayanan keagamaan melalui sosialisasi berbagai layanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., saat memberikan sambutan dalam kegiatan pengajian yang diselenggarakan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kemantren Mantrijeron di Masjid Al Ihsan, Suryodiningratan, Ahad (18/10/2026).
Dalam sambutannya, Setyo Purwadi menyampaikan bahwa KUA tidak hanya memberikan pelayanan pencatatan pernikahan, tetapi juga menyediakan beragam layanan keagamaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai kebutuhan. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan KUA sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tugas dan fungsi KUA.

Sejumlah layanan yang disampaikan meliputi pengurusan buku nikah yang hilang atau rusak secara gratis, pendaftaran majelis taklim secara resmi, pengukuran ulang arah kiblat masjid dan musala, serta konsultasi sertifikasi halal yang dapat difasilitasi melalui penyuluh agama di KUA Mantrijeron.
Ia berharap masyarakat semakin mengenal berbagai layanan tersebut dan tidak ragu untuk datang ke KUA ketika membutuhkan pendampingan maupun konsultasi terkait urusan keagamaan. Menurutnya, keberadaan KUA di tengah masyarakat tidak terlepas dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang mudah diakses dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat.
Pengajian bertema “Satu Frekuensi Menjadi Haji dan Umrah Mabrur” tersebut diikuti jamaah haji dan umrah, penyuluh agama KUA Mantrijeron, serta jamaah IPHI Kemantren Mantrijeron. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi KUA untuk menyampaikan informasi pelayanan secara langsung kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Mantrijeron berharap sinergi dengan berbagai unsur masyarakat terus terjalin sehingga informasi mengenai layanan keagamaan semakin luas diketahui dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.(Sufiyah/Hisbana)


