Berita

KUA Mantrijeron Perkuat Sinergi Lintas Sektor

 

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, Karmin, S.Ag., M.Si., mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren (Forkompimtren) Mantrijeron, Senin (14/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Sri Tanjung, Lantai II, Kemantren Mantrijeron.

Rapat koordinasi menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam merespons sejumlah persoalan dan agenda yang membutuhkan penanganan bersama di wilayah Kemantren Mantrijeron.

Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron, Narotama, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa terdapat tiga agenda utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, rencana tindak lanjut hasil pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah (Perda) di wilayah Mantrijeron. Kedua, persiapan pengamanan Karnaval Pelajar yang akan dilaksanakan pada 6 Oktober 2026. Ketiga, penguatan sinergitas lintas sektor dalam penanganan stunting di wilayah Mantrijeron.

Pembahasan tersebut menegaskan pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan agar berbagai kebijakan dan program di tingkat wilayah dapat dilaksanakan secara terarah, responsif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron dalam forum tersebut turut memperkuat keterlibatan Kementerian Agama dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Penyuluh memiliki peran strategis dalam mendukung edukasi dan pendampingan masyarakat, termasuk dalam upaya membangun kesadaran bersama terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Rapat diikuti seluruh unsur Forkompimtren Mantrijeron bersama sejumlah instansi terkait. Forum berlangsung dalam suasana hangat dan kondusif, dengan berbagai masukan dan tanggapan dari peserta sebagai bahan tindak lanjut terhadap persoalan yang telah maupun sedang berkembang di wilayah Mantrijeron.

Melalui koordinasi lintas sektoral tersebut, setiap unsur diharapkan dapat mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya, sehingga berbagai persoalan di masyarakat tidak hanya ditangani secara parsial, tetapi melalui kolaborasi, komunikasi, dan langkah bersama yang berkelanjutan.(Hisbana)

Leave a Reply