KUA Mantrijeron Kolaborasi Pendamping PKH Berikan Motivasi Keluarga Penerima Manfaat

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) —KUA Mantrijeron terus memperkuat peran penyuluhan di tengah masyarakat. Pada Senin, 7 September 2026, di Gedung Aisyiyah Danunegaran, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron Fatkur Rohman, M.Pd.I., berkolaborasi dengan Pendamping PKH Kemantren Mantrijeron, Irawati, A.Md., memberikan motivasi dan pembinaan kepada kelompok penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Kegiatan yang merupakan bagian dari pendampingan PKH Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Kota Yogyakarta tersebut tidak hanya membahas aspek program, tetapi juga memberikan penguatan spiritual dan motivasi agar keluarga penerima manfaat terus berusaha meningkatkan kualitas kehidupan.
“Bantuan sosial hendaknya menjadi jembatan menuju kemandirian, bukan membuat kita bergantung. Mari kita syukuri bantuan yang diterima dengan memanfaatkannya sebaik mungkin, sembari terus berikhtiar, bekerja, mendidik anak, dan meningkatkan kualitas keluarga,” ujar Fatkur.

Ia juga mengajak para penerima manfaat untuk membangun semangat saling menguatkan. Menurutnya, kelompok PKH dapat menjadi ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan motivasi sehingga manfaat pendampingan dapat dirasakan secara lebih luas.
“Kita ingin penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga mendapatkan harapan, motivasi, dan keberanian untuk bangkit serta menjadi keluarga yang semakin mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Irawati, A.Md., menyambut baik kolaborasi dengan KUA Mantrijeron. Menurutnya, pendampingan keluarga akan lebih optimal ketika aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan spiritual berjalan bersama.
Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa KUA melalui Penyuluh Agama Islam memiliki peran untuk hadir memberikan edukasi dan pembinaan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami mengapresiasi pendampingan ini. Kolaborasi KUA dan Pendamping PKH merupakan langkah positif untuk memperkuat keluarga, baik dari sisi ekonomi maupun spiritual. Harapannya, bantuan pemerintah benar-benar menjadi jalan menuju keluarga yang mandiri, harmonis, dan berkualitas,” ungkap Setyo.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi KUA Mantrijeron dan Pendamping PKH dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong keluarga penerima manfaat untuk terus bersyukur, berikhtiar, bangkit, dan mandiri. (Azz)



