Berita

KUA Mantrijeron Hadir di Gebyar UMKM dan Lansia, Awali Kegiatan dengan Doa

Yogyakarta, (KUA Mantrijeron) — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Gebyar UMKM dan Gebyar Lansia yang digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Lodji Paris, Mantrijeron, Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah untuk mempererat kebersamaan masyarakat melalui aktivitas yang sehat, produktif, dan menyenangkan.
Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Setyo Purwadi, S.Ag., Kepala KUA Mantrijeron, sebelum peserta mengikuti jalan sehat. Kehadiran KUA Mantrijeron menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan yang mampu mempertemukan berbagai kelompok warga, termasuk pelaku UMKM dan para lansia.
Setyo Purwadi menyampaikan bahwa doa menjadi bagian penting sebelum memulai setiap aktivitas agar seluruh rangkaian kegiatan diberikan kelancaran dan keberkahan.
Sementara itu, Agung Nugroho, Lurah Mantrijeron, menilai kegiatan Gebyar UMKM dan Gebyar Lansia menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.
“Kegiatan seperti ini menjadi sarana silaturahmi, mempertemukan masyarakat dalam suasana yang guyub dan penuh kebersamaan.”
Hal senada disampaikan Narotama, S.STP., M.Si., Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron. Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas.
“Kita bersyukur kegiatan seperti ini dapat terlaksana. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan dan membangun semangat masyarakat untuk terus bergerak bersama.”
Dari unsur tokoh masyarakat, Teguh Nugroho, S.ST., Pinituo Mantrijeron, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat lintas usia memiliki manfaat yang besar, baik dari sisi kesehatan maupun sosial.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul, bersilaturahmi, dan membangun kekompakan masyarakat.”
Gebyar UMKM dan Gebyar Lansia tidak sekadar menjadi kegiatan jalan sehat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kebersamaan masyarakat dapat tumbuh melalui aktivitas sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Semangat para pelaku UMKM untuk terus berkembang berpadu dengan semangat para lansia untuk tetap aktif dan produktif. Keduanya menjadi gambaran bahwa pembangunan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua unsur dan semua generasi.
Melalui kegiatan semacam ini, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, pelaku UMKM, kelompok lansia, dan warga diharapkan terus terjaga. Sehat warganya, kuat UMKM-nya, erat silaturahminya, dan semakin guyub masyarakat Mantrijeron.(FR)

Leave a Reply