KUA Mantrijeron Dampingi UMKM Tampilkan Logo Halal, Perkuat Kepercayaan Konsumen

Yogyakarta (Humas) – Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., menegaskan komitmen KUA Mantrijeron dalam menghadirkan layanan yang berdampak melalui pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mendengar aspirasi masyarakat, melakukan pendataan, sekaligus mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar memiliki serta mengimplementasikan Sertifikat Halal.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron turun langsung menemui para pelaku usaha di kawasan Lapangan Minggiran, Kemantren Mantrijeron, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mendorong pelaku usaha yang telah memiliki Sertifikat Halal untuk menampilkan logo halal dan ID Halal di lokasi usahanya sehingga mudah dikenali oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, Ustadz Karmin, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan dan pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya umat Islam.
“Pengawasan yang kami lakukan merupakan bagian dari ikhtiar melindungi umat Islam, baik penjual maupun pelanggan, agar produk yang diperjualbelikan dan dikonsumsi benar-benar terjamin kehalalannya,” ujarnya.
Salah seorang pelaku usaha susu murni di kawasan Minggiran, Karji, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para penyuluh yang hadir langsung ke lokasi usahanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron yang telah berkenan datang langsung menemui kami para pelaku usaha. Pengawasan dan pendampingan seperti ini sangat bermanfaat karena mengingatkan kami untuk menampilkan logo dan ID Halal sehingga usaha kami semakin dipercaya oleh masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan pendataan dan pendampingan tersebut juga melibatkan Penyuluh Agama Islam Fatkur Rohman serta Daru Nurul Azizah dan Haura Salsabiela El Sabrina Nazar yang turut membantu proses pendataan sekaligus memberikan edukasi kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya memasang logo dan ID Halal sebagai bentuk transparansi serta upaya meningkatkan kepercayaan konsumen.
Melalui kegiatan jemput bola ini, KUA Mantrijeron berharap semakin banyak pelaku UMKM yang tidak hanya memiliki Sertifikat Halal, tetapi juga menampilkan logo dan ID Halal pada tempat usahanya. Dengan demikian, masyarakat akan semakin mudah mengenali dan memilih produk yang telah bersertifikat halal, sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem produk halal yang semakin kuat di Kota Yogyakarta.(FR)


