KUA Jetis Perkuat Sinergi FPKK, Satu Frekuensi untuk Melindungi Korban

Yogyakarta, 1 September 2026 — Penyuluh Agama KUA Kemantren Jetis, Siti Daimah, mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas Forum Perlindungan Korban Kekerasan (FPKK) dengan tema “Satu Frekuensi, Terhubung untuk Melindungi”, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh DP3AP2KB Kota Yogyakarta ini berlangsung di Ruang Bima, Kompleks Balai Kota Yogyakarta. Kegiatan diikuti perwakilan FPKK dari masing-masing kemantren yang terdiri atas unsur Mitra Keluarga, Satgas Sigrak, Relawan Sapa, Penyuluh Agama, serta staf.
Dalam sambutannya, Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta menekankan pentingnya membangun kesamaan persepsi dan komunikasi yang efektif di antara seluruh unsur FPKK. Perlindungan korban kekerasan, menurutnya, membutuhkan kerja bersama yang terhubung, cepat, dan responsif.
Sinergi antara Mitra Keluarga, Satgas Sigrak, Relawan Sapa, penyuluh agama, pekerja sosial, dan berbagai unsur terkait perlu terus diperkuat agar penanganan korban dapat dilakukan secara tepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Materi kegiatan disampaikan oleh Wakil Ketua Puspa Kota Yogyakarta, Mutia Dewi, M.I.Kom., dengan tema “Dari Miskomunikasi Menjadi Kolaborasi: Memperkuat Sinergi Pekerja Sosial dan Peran Penyuluh.”
Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, menyamakan langkah, serta membangun kolaborasi lintas sektor. Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan.
Keikutsertaan KUA Kemantren Jetis menjadi wujud komitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan memberikan perlindungan bagi korban kekerasan.[ismi]



