Kepala KUA Wirobrajan Tausiyah Pengajian Syawalan, Tekankan Istiqomah Pasca Ramadhan

Yogyakarta, Rabu, 25 Maret 2026. Kepala KUA Wirobrajan, Raden Andhi Nugroho, S.H.I., M.H., menghadiri sekaligus mengisi pengajian dalam acara Syawalan/Halal Bihalal Forkompimtren Wirobrajan yang diselenggarakan di Aula Bugis Kemantren Wirobrajan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kemantren Wirobrajan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri unsur Forkompimtren serta tokoh masyarakat. Momentum Syawalan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan nilai-nilai spiritual pasca bulan suci Ramadhan.
Dalam tausiyahnya, Raden Andhi Nugroho mengangkat tema “Bulan Syawal adalah Bulan Istiqomah dan Peningkatan Amal Ibadah.” Ia menegaskan bahwa amal ibadah yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadhan tidak boleh berhenti begitu saja, melainkan harus terus dijaga dan ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bukti kita sebagai pemenang Ramadhan bukanlah pakaian baru yang kita kenakan, tetapi meningkatnya ketakwaan kita di hadapan Allah SWT serta semakin baiknya hubungan kita dengan sesama manusia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bulan Syawal merupakan momentum penting untuk menjaga konsistensi (istiqomah) dalam ibadah, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menjaga akhlak mulia dalam kehidupan sosial.
Selain itu, momentum Syawalan atau halal bihalal juga memiliki makna yang sangat dalam, yakni sebagai sarana untuk saling memaafkan, mengikhlaskan kesalahan, dan membersihkan hati, sehingga manusia dapat kembali kepada fitrah kesucian.
“Melalui Syawalan ini, mari kita saling memaafkan dan mengikhlaskan, agar hati kita bersih dan kita benar-benar kembali menjadi pribadi yang fitri,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan peningkatan kualitas keimanan pasca Ramadhan.
Dengan semangat Syawal, KUA Wirobrajan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyejukkan, membangun, dan berdampak bagi masyarakat.[ekoAW]



