KUA Jetis Perkuat Pembinaan Keagamaan, Program Sinar Kusuma Hadirkan Kajian “Nikmatnya Iman”

YOGYAKARTA — Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Jetis Kota Yogyakarta terus konsisten dalam mendekatkan layanan keagamaan kepada masyarakat. Melalui program unggulannya, Sinar Kusuma (Siraman Rohani Ba’da Ashar Masjid Cokrokusuman), KUA Jetis kembali menggelar kegiatan pembinaan rohani bagi jamaah dan warga sekitar, Jumat (6/11/2026).
Bertempat di Masjid Cokrokusuman, kegiatan sore hari ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Jetis, Agus Triharjopurnomo, sebagai narasumber utama. Dalam tausiyahnya, Agus mengangkat tema khusus yang sangat dekat dengan kehidupan spiritual umat Islam, yakni Nikmatnya Iman.
Di hadapan para jamaah yang khusyuk mendengarkan selepas menunaikan shalat Ashar berjamaah, Agus Triharjopurnomo memaparkan bahwa keimanan bukan sekadar pengakuan di dalam hati, melainkan anugerah terbesar yang harus disyukuri dan dirawat kualitasnya setiap hari.
Iman memiliki rasa dan manisnya tersendiri yang hanya bisa dirasakan oleh hati orang-orang yang istiqomah dalam ketaatan. Ketika seseorang merasakan nikmatnya iman, maka beratnya beribadah akan berubah menjadi sebuah kebutuhan dan kelezatan batin, ungkap Agus dalam pemaparannya.
Ia juga menambahkan bahwa indikator dari manisnya iman dapat dilihat dari bagaimana seseorang merasa tenteram saat berbuat kebaikan, serta tumbuh rasa benci terhadap kemaksiatan sebagaimana seseorang benci jika dilempar ke dalam kobaran api.
Program Sinar Kusuma sendiri merupakan salah satu inovasi layanan bina masyarakat dari KUA Kemantren Jetis yang dirancang untuk mengisi waktu sore hari di bulan penuh berkah maupun hari-hari biasa dengan kegiatan yang edukatif dan menyejukkan hati. Kehadiran program ini disambut baik oleh takmir masjid serta warga Cokrokusuman yang antusias mengikuti rangkaian kajian hingga selesai.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, KUA Jetis berharap syiar Islam dapat terus hidup di tengah masyarakat, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pemerintah (KUA) dengan warga melalui pendekatan dakwah yang humanis dan mencerahkan.[ismi]


