KUA Jetis Gelar Binwin Pra Nikah Mandiri, Bekali Catin Wujudkan Keluarga Sakinah

Jetis — Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Jetis menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) Pra Nikah Mandiri bagi enam pasang calon pengantin (catin), Selasa (12/5/2026), di Aula KUA Jetis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan pasangan dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Dalam kegiatan itu, para peserta memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber berkompeten. Penyuluh Agama Islam, Siti Daimah dan Ismiyati menyampaikan materi tentang keluarga sakinah sebagai fondasi utama dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya mempersiapkan generasi berkualitas melalui perencanaan keluarga yang matang.
Dari pihak Puskesmas Jetis, calon pengantin mendapatkan materi mengenai kesehatan reproduksi serta pencegahan stunting. Pembekalan tersebut menekankan pentingnya menjaga kesehatan sejak masa pra nikah sebagai langkah awal dalam mewujudkan keluarga sehat dan generasi unggul.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt Urais Kanwil Kementerian Agama DIY, Nur Huda yang memberikan arahan langsung kepada para peserta. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun pondasi keluarga yang dilandasi nilai keimanan, komunikasi yang baik, serta tanggung jawab bersama antara suami dan istri.
“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga membangun sebuah institusi keluarga yang harus dijaga dengan komitmen, saling pengertian, dan kesiapan lahir batin,” pesannya.
Selain memberikan pembinaan kepada calon pengantin, Nur Huda juga meninjau proses rehabilitasi pembangunan dan pemeliharaan gedung KUA Jetis. Peninjauan dilakukan guna memastikan sarana dan prasarana pelayanan KUA semakin representatif dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala KUA Jetis, Muhammad Fauzan Fatkhulloh menyampaikan bahwa pelaksanaan Binwin Pra Nikah Mandiri merupakan bentuk komitmen KUA Jetis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.
Melalui kegiatan tersebut, para calon pengantin diharapkan memiliki bekal yang memadai, baik dari aspek spiritual, kesehatan, maupun sosial, sehingga mampu membangun keluarga harmonis dan melahirkan generasi yang sehat serta berkualitas.[ismi]



