Berita

Kepala KUA Mergangsan Pimpin Shalat Gerhana Bulan di Masjid An Nur Nyutran

Yogyakarta — Kepala KUA Kemantren Mergangsan, Jaenal Sarifudin, S.H.I., M.S.I., menjadi imām sekaligus khotib dalam pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan (Shalat Khusuf) di Masjid An Nur Nyutran, Wirogunan, Mergangsan, pada Selasa (3/2/2026) malam.

Shalat gerhana yang dilaksanakan bertepatan dengan 13 Ramadhan 1447 H ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jamaah setempat. Dalam khutbahnya, Jaenal Sarifudin mengajak umat Islam untuk menjadikan fenomena gerhana sebagai momentum muhasabah, memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta ‘alaa

Pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor: B-339/Kw.12.5/BA.01.1/03/2026 tanggal 2 Maret 2026 tentang Press Release Gerhana Bulan. Surat tersebut menindaklanjuti arahan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam terkait terjadinya Gerhana Bulan Total (GBT) yang dapat diamati di wilayah Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam surat tersebut, seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala KUA Kecamatan, Ketua BKM Masjid, Penyuluh Agama Islam, dan jajaran terkait diinstruksikan untuk menyosialisasikan informasi gerhana kepada masyarakat serta mengimbau pelaksanaan Shalat Gerhana secara berjamaah di masjid atau mushalla. Selain itu, kegiatan dianjurkan diisi dengan dzikir, doa, istighfar, dan tausiyah sebagai bentuk penguatan keimanan.

Kegiatan di Masjid An Nur Nyutran ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai makna fenomena gerhana dalam perspektif syariat Islam.

Dalam penjelasannya, Jaenal Sarifudin menegaskan bahwa gerhana bukanlah pertanda kematian atau peristiwa tertentu yang bersifat mistis, melainkan tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta ‘alaa yang mengajak manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

“Fenomena gerhana adalah ayat kauniyah, tanda kekuasaan Allah di alam semesta. Melalui Shalat Gerhana, kita diajak untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan meningkatkan kepedulian sosial,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Secara umum, pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan di wilayah Kemantren Mergangsan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Sinergi antara KUA, takmir masjid, dan masyarakat menjadi bukti komitmen bersama dalam menghidupkan syiar Islam, sekaligus memperkuat literasi keagamaan di tengah masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tuntunan syariat dalam menyikapi fenomena alam, serta menjadikannya sebagai sarana meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta ‘alaa. (HP)